Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Tahan 50 Tahun dan Lolos Uji 6 Ton, Jembatan Kaca Bromo Siap Jadi Magnet Baru Wisatawan

Hany Akasah • Jumat, 26 Juni 2026 | 14:35 WIB
PANORAMA INDAH: Inspeksi akhir Jembatan Kaca Seruni Point Bromo sebelum pre-launching dan lolos uji beban 6 ton. (IST)
PANORAMA INDAH: Inspeksi akhir Jembatan Kaca Seruni Point Bromo sebelum pre-launching dan lolos uji beban 6 ton. (IST)

RADAR SURABAYA BISNIS – Sektor pariwisata di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) diproyeksikan akan mengalami lonjakan signifikan. 

Hal ini seiring dengan rampungnya uji kelayakan Jembatan Kaca Seruni Point, jembatan kaca pertama di Indonesia yang dijadwalkan melangsungkan pre-launching pada Sabtu (27/6/2026).

Menjelang pembukaan, sejumlah pejabat dari Kementerian Kehutanan, Kementerian PUPR, TNBTS, dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo telah melakukan inspeksi final pada Kamis (25/6/2026). 

Baca Juga: Konsumsi BBM Subsidi Jatim Meningkat, Pertamina Percepat Distribusi Lewat Skema Double Alih Suplai

Inspeksi ini krusial untuk menjamin keamanan infrastruktur yang diyakini akan menjadi katalisator baru bagi perputaran ekonomi lokal.

Dari kacamata infrastruktur pariwisata, Jembatan Kaca Seruni Point merupakan investasi jangka panjang bernilai tinggi. 

PPK Balai Geoteknik, Terowongan, dan Struktur (BGTS) Kementerian PUPR, Agung Wahyudi, menegaskan bahwa jembatan ini dirancang memiliki umur layanan hingga 50 tahun—jauh melampaui umur jembatan gantung konvensional yang biasanya berkisar 20 tahun.

Baca Juga: Anggota DPD RI Lia Istifhama Optimisme Madura Bersiap Jadi Pusat Ekonomi Baru Jatim Pasca Peresmian Jalan 1.151 Km

"Kepastian keamanan didasarkan pada serangkaian pengujian teknis di laboratorium. Hasil pengujian menunjukkan lapisan kaca bagian bawah baru mengalami retak pertama setelah menerima beban sebesar 6.290 kilogram atau sekitar 6,2 ton," jelas Agung.

Material yang digunakan adalah laminated glass setebal 25,52 milimeter, yang merupakan kombinasi dari tempered glass dan lapisan interlayer SentryGlass Plus (SGP). 

Spesifikasi premium ini memastikan kelayakan operasional sekaligus memberikan rasa aman bagi wisatawan yang melintas di ketinggian 83 meter tersebut.

Baca Juga: Dulu Nonton Bioskop Ada Kelas Sosialnya, Penonton Kelas Tiga Sering Digigit Kutu Busuk

Kehadiran jembatan sepanjang 130 meter ini tidak hanya menawarkan sensasi uji adrenalin, tetapi juga menjual panorama eksklusif. 

Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, menyatakan bahwa destinasi ini memiliki daya tarik visual yang berpotensi menarik perhatian pasar wisatawan domestik hingga mancanegara.

"Dari atas jembatan, wisatawan dapat menikmati panorama Gunung Bromo, Gunung Semeru, dan Gunung Batok dalam satu bingkai sekaligus," ujar Heri.

Baca Juga: Bio Solar Langka hingga Jalur Logistik Surabaya Mojokerto Tersendat, Ini Penjelasan Pertamina

Untuk menjaga keberlanjutan bisnis dan keamanan infrastruktur, perawatan harian akan ditangani langsung oleh tim internal dari pihak pengelola, The Lawu Group, yang dibantu oleh personel BGTS. 

General Manager The Lawu Group, Achmad Ridho, menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sistem pemeliharaan khusus tanpa melibatkan pihak ketiga, guna memastikan standar operasional tetap terjaga.

Dengan spesifikasi teknis yang mumpuni dan daya tarik visual yang kuat, Jembatan Kaca Seruni Point dipastikan siap menyambut wisatawan di musim libur sekolah, sekaligus membuka peluang baru bagi industri perhotelan, kuliner, dan jasa travel di sekitar kawasan Bromo.

Baca Juga: Demi Amankan Pasokan Listrik PLN Dalam Negeri, Menteri ESDM Bahlil Tahan Ekspor Batu Bara

Editor : Hany Akasah
#jembatan #bromo #jawa timur #pariwisata #kacamata