RADAR SURABAYA BISNIS - Berdasarkan data terbaru dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok Jawa Timur pada hari Sabtu (13/06) komoditas kacang kedelai mencatatkan pergerakan harga yang cenderung mengalami kenaikan tipis di tingkat konsumen.
Baik kedelai impor maupun kedelai lokal sama-sama menunjukkan tren positif dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
Fluktuasi ini menjadi salah satu indikator yang terus dipantau oleh para pelaku usaha, mengingat kedelai merupakan bahan baku utama bagi industri rakyat berskala masif seperti pengrajin tahu dan tempe di berbagai wilayah regional.
Untuk komoditas kedelai impor, grafik harga rata-rata di wilayah Jawa Timur mengalami kenaikan sebesar Rp62 atau tumbuh sekitar 0,49 persen.
Pada hari sebelumnya, harga kedelai impor masih bertengger di angka Rp12.554 per kilogram, namun kini posisinya merangkak naik menjadi Rp12.616 per kilogram.
Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Mulai Tunjukkan Sinyal Rebound, Simak Rincian Terbarunya
Meskipun grafik perubahannya terbilang landai, penyesuaian harga pada komoditas luar negeri ini tetap memberikan dampak bagi stabilitas biaya produksi pangan berbasis protein di tingkat operasional.
Sementara itu, komoditas kedelai lokal juga menunjukkan pergerakan yang selaras dengan mengalami kenaikan harga yang sedikit lebih tinggi secara nominal. Harga rata-rata kedelai lokal di pasar konsumen tercatat naik sebesar Rp80 atau meningkat sekitar 0,62 persen.
Komoditas yang sebelumnya bisa ditebus dengan harga Rp13.038 per kilogram tersebut, saat ini mengalami penyesuaian menjadi Rp13.118 per kilogram.
Secara umum, grafik kenaikan yang terjadi pada kedua jenis kedelai ini mencerminkan dinamika pasar yang masih relatif stabil dan berada dalam batas kewajaran pasokan harian regional. (nov/han)
Editor : Hany Akasah