Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Daftar 5 Biji Kopi Paling Dicari di Dunia Tahun 2026, Dua Jagoan Asal Indonesia Tampil Membanggakan

Hany Akasah • Senin, 8 Juni 2026 | 10:38 WIB
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa pertumbuhan industri kopi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas produk
ILUSTRASI: Kopi Sumatra Mandailing dan Sulawesi Toraja sukses menembus daftar lima besar biji kopi terbaik dunia tahun 2026

RADAR SURABAYA BISNIS - Komoditas kopi Indonesia kembali membuktikan daya saingnya di pasar internasional. Dalam industri kopi global yang kian kompetitif dan menuntut standar tinggi, dua varietas asli Nusantara sukses diakui ke dalam jajaran lima besar biji kopi terbaik dunia tahun 2026.

Pengakuan ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga sinyal positif bagi prospek bisnis dan ekspor kopi Tanah Air. Mengutip laporan terbaru dari situs espressocoffeeguide.com yang bekerja sama dengan perusahaan roastery ternama BuyCoffeeUSA.com, kualitas rasa dan keunikan proses pascapanen menjadi faktor penentu tingginya nilai jual kopi-kopi tersebut.

Baca Juga: Harga Emas Antam Menguat Tipis ke Rp2.743.000 per Gram, Tren Awal Juni Masih Terkoreksi

Bagi para pelaku bisnis food and beverage (F&B) maupun roastery, daftar ini dapat menjadi rujukan tren biji kopi premium yang paling dicari pasar global tahun ini. Berikut adalah lima biji kopi terbaik dunia 2026:

1. Kopi Peaberry Tanzania

Di kancah global, kopi dari kawasan Gunung Meru dan Kilimanjaro ini menempati posisi istimewa. Berjenis Arabika, kopi ini menawarkan profil rasa yang kaya dan dalam dengan body sedang. 

Cita rasanya unik, memadukan sentuhan black currant yang melunak menjadi cokelat manis. Dengan tingkat pemanggangan (roasting) medium, kopi ini memancarkan aroma nanas, jeruk, dan kelapa, menjadikannya sangat bernilai di pasar kopi specialty.

Baca Juga: Bawang Putih dan Cabai Rawit di Jatim Naik Lagi, Cek Harga Hari Ini yang Makin Pedas Sebelum ke Pasar

2. Kopi Kona Hawaii

Dibudidayakan di ketinggian 2.000 kaki di lereng Gunung Mauna Loa dan Hualalai, kopi Kona Hawaii memiliki iklim mikro yang sempurna untuk pertumbuhan. Kopi ini menawarkan rasa yang kaya namun tetap ringan dan lembut.

Dipanggang pada level sedang, kopi ini memunculkan rasa asam yang menyegarkan dengan paduan aroma mentega dan rempah, membuatnya selalu memiliki permintaan tinggi di kalangan penikmat kopi premium kelas atas.

Baca Juga: Rupiah Terkapar di Level Rp 18.080, Sektor Industri Dibayangi Lonjakan Biaya Impor

 

3. Kopi Nikaragua

Sebagai pendatang baru dalam daftar tahun ini, kopi asal Amerika Tengah ini berhasil merebut perhatian pasar. Memiliki profil rasa cokelat pekat layaknya biji kakao dengan sentuhan buah apel dan beri, kopi ini paling optimal diproses melalui dark roast. 

Proses pemanggangan gelap ini memperkuat karakter karamel manis dan sedikit rasa kacang, menjadikannya komoditas yang menjanjikan bagi roastery yang menargetkan penikmat rasa pekat dan harmonis.

Baca Juga: Jawa Timur Bidik Posisi Pusat Industri Mebel dan Kerajinan Terbesar di ASEAN

4. Kopi Sumatra Mandailing (Indonesia)

Berkat tanah vulkanik yang subur dan elevasi geografis di garis khatulistiwa, Sumatra Mandailing konsisten mempertahankan statusnya sebagai komoditas elit. 

Nilai jual utamanya terletak pada teknik pengolahan tradisional "giling basah", yang secara efektif menurunkan tingkat keasaman namun mempertebal body kopi. 

Hasilnya adalah rasa yang sangat lembut, manis, dengan jejak herbal dan aroma 'earthy' serta kayu. Kopi ini sangat ideal dipanggang gelap untuk menyeimbangkan karakter khasnya yang diincar banyak kedai kopi internasional.

Baca Juga: Siap Dilelang Ulang, Calon Tol Terpanjang di Indonesia Dapat Bantuan Kemenkeu

5. Kopi Sulawesi Toraja (Indonesia)

Bergeser ke kawasan timur Indonesia, Kopi Toraja yang ditanam di dataran tinggi bagian tenggara Sulawesi turut masuk dalam daftar prestisius ini. 

Kopi Toraja dikenal dengan kompleksitas rasa yang seimbang antara cokelat hitam dan buah-buahan. Meskipun tingkat keasamannya rendah, paduan aroma pedas, gurih, dan earthy dipadukan dengan wangi kayu manis, pala, serta cengkeh membuatnya sangat nikmat. 

Sama seperti Sumatra Mandailing, kopi ini umumnya diproses giling basah dan disarankan disajikan dengan dark roast untuk menghadirkan aftertaste yang bersih.

Baca Juga: Perkuat Ekonomi Makro, Pemerintah Dorong Sektor Pangan hingga Energi

Masuknya Sumatra Mandailing dan Sulawesi Toraja dalam daftar elit ini menegaskan bahwa strategi menjaga kualitas pascapanen dapat secara signifikan meningkatkan nilai tambah (added value) komoditas lokal di rantai pasok global.

Editor : Hany Akasah
#mandailing #toraja #Terbaik #kopi #indonesia