Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Bukan Cuma Jaga Lingkungan, Green Tourism Bawa Angin Segar untuk Pertumbuhan Bisnis UMKM

Hany Akasah • Kamis, 4 Juni 2026 | 18:59 WIB
Sejumlah peserta Training of Trainers (ToT) Green Tourism MSMEs 2026 tengah berdiskusi merumuskan strategi bisnis berkelanjutan dalam pelatihan yang digelar Kemenpar di Malang.
Sejumlah peserta Training of Trainers (ToT) Green Tourism MSMEs 2026 tengah berdiskusi merumuskan strategi bisnis berkelanjutan dalam pelatihan yang digelar Kemenpar di Malang.

RADAR SURABAYA BISNIS – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI kembali membuktikan bahwa penerapan pariwisata hijau (green tourism) bukan sekadar upaya pelestarian lingkungan, melainkan strategi bisnis yang jitu untuk mendongkrak profitabilitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Hal ini terungkap dalam pelaksanaan Training of Trainers (ToT) Green Tourism MSMEs 2026 yang diselenggarakan di Malang, Jawa Timur, pada 18–24 Mei 2026. 

Program intensif ini dirancang untuk mencetak fasilitator lokal yang mampu mendampingi pelaku usaha pariwisata dalam menerapkan praktik bisnis berkelanjutan yang terukur secara finansial.

Baca Juga: Ekonomi Pertanian Menguat, Jatim Proyeksikan Panen 7,71 Juta Ton Padi di 2026

Dampak positif dari tata kelola bisnis yang baik ini telah dirasakan langsung oleh pelaku UMKM. Dwi Kuntari, pemilik usaha Jamu Deka yang menjadi peserta pendampingan program sebelumnya, mengungkapkan adanya lonjakan profit yang signifikan setelah memperbaiki sistem manajemen bisnisnya.

"Keuntungan usaha saya meningkat drastis dari yang awalnya hanya sekitar 1–2 persen menjadi 17 persen setelah memperkuat tata kelola dan sistem pencatatan keuangan usaha," ungkap Dwi.

Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Masyarakat Kemenpar, Ika Kusuma Permana Sari, menjelaskan bahwa program ini menargetkan perubahan nyata pada kapasitas bisnis masyarakat. 

Baca Juga: Berkomplot dan Tahu Borok Masing-masing, Dadan Cs Diduga Korupsi Anggaran MBG Rp268 Triliun

Indikator keberhasilannya mencakup kedisiplinan pencatatan finansial, pemisahan keuangan pribadi dan operasional usaha, hingga adopsi praktik bisnis ramah lingkungan yang mampu menekan biaya operasional.

"Melalui ToT Green Tourism MSMEs, peserta tidak hanya dibekali pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan fasilitasi, literasi keuangan, dan strategi pemasaran agar ilmu tersebut dapat direplikasi di destinasi masing-masing," jelas Ika.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini M. Paham, menegaskan bahwa inisiatif ini membidik pertumbuhan ekonomi lokal yang beriringan dengan keberlanjutan ekosistem.

Baca Juga: Harga Minyakita Akan Naik Pekan Depan, Harga CPO Melonjak Tajam

Untuk memperluas skala dampak ekonomi tersebut, Kemenpar tahun ini mengkurasi 15 peserta terpilih dari 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan tiga Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR). 

Program pendampingan UMKM ini tercatat telah sukses menjangkau lebih dari 973 pelaku usaha pariwisata sepanjang tahun 2025 di Yogyakarta, dan kini terus diekspansi untuk memperkokoh ekosistem usaha lokal di berbagai daerah.

Baca Juga: Rupiah Melemah hingga Rp18.000 per Dolar AS, BI Semakin Intervensi Pasar Valas

Editor : Hany Akasah
#green tourism #pariwisata #bisnis #umkm #Profit