Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Diusulkan Jadi Destinasi Wisata, Pesona Kopdes Merah Putih Kediten Tawarkan Sensasi Wisata Di Atas Awan

Hany Akasah • Jumat, 29 Mei 2026 | 13:18 WIB
1385 MDPL: Tampak udara progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Kediten, lereng Gunung Prau, Kabupaten Kendal
1385 MDPL: Tampak udara progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Kediten, lereng Gunung Prau, Kabupaten Kendal

RADAR SURABAYA BISNIS – Letak geografis yang terpencil tak selamanya menjadi hambatan untuk perputaran ekonomi suatu daerah. 

Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) Provinsi Jawa Tengah justru menangkap peluang bisnis yang menjanjikan dengan mengusulkan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Kediten, Kabupaten Kendal, sebagai destinasi wisata bernuansa "koperasi di atas awan".

Berdiri di ketinggian 1.385 meter di atas permukaan laut (MDPL) tepat di rute pendakian Gunung Prau, KDKMP Kediten disiapkan untuk mengonversi tingginya potensi kunjungan wisatawan menjadi pendorong ekonomi komoditas lokal.

Baca Juga: WFH ASN Seminggu Sekali Sukses Hemat Uang Negara Triliunan Rupiah, Begini Evaluasi MenPAN-RB

Kepala Dinkop UKM Jawa Tengah, Eddy Sulistiyo Bramianto, menjelaskan bahwa koperasi di wilayah pegunungan atau kawasan hutan memerlukan pendekatan bisnis yang berbeda dibandingkan kawasan perkotaan.

"Kondisi geografis yang jauh dari pusat keramaian justru bisa diubah menjadi peluang usaha baru berbasis wisata. Untuk KDKMP yang lokasinya kurang strategis seperti di pegunungan, kami terus mendorong inovasi usaha yang potensial di daerah tersebut," ujar pria yang akrab disapa Bram tersebut.

Sebagai jalur pendakian yang dilewati ratusan ribu wisatawan, KDKMP Kediten menargetkan penjualan produk bernilai tambah. Ketua KDKMP Kediten, Agus Widodo, menyebutkan bahwa jika koperasi dikembangkan menjadi area wisata, pihaknya bisa menjajakan kopi arabika lereng Prau, keripik sayur, hingga kerajinan anyaman bambu.

Baca Juga: Harga TBS Sawit di Sumbar Ambles Hingga Rp 700 per Kg, Dinas Pertanian Bantah Dipicu Kelangkaan Solar

Peluang peningkatan keuntungan ini diakui langsung oleh para anggota koperasi. Siti Aminah (45), seorang petani kopi asal Kediten, memproyeksikan lonjakan pendapatan yang signifikan jika koperasi difungsikan maksimal.

"Selama ini saya menjual biji kopi mentah ke tengkulak dengan harga 40 ribu rupiah per kilogram. Jika ada wisatawan yang datang, saya bisa menjual kopi sangrai langsung di koperasi, harganya bisa naik hingga tiga kali lipat," jelasnya.

Demi mewujudkan ekspansi bisnis ini, Dinkop UKM Jateng secara aktif mendorong KDKMP Merah Putih untuk menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).

Baca Juga: Kanada Permudah Akses Masuk WNI, Kini Bisa Gunakan eTA Pengganti Visa

Skema kemitraan ini terbukti sukses mendongkrak skala bisnis koperasi di daerah lain. Sebagai percontohan, KDKMP Merah Putih di Desa Wonodadi, Kabupaten Temanggung, yang bermitra dengan bank BRI untuk permodalan alat pengolahan kopi, berhasil melesatkan omzet mereka dari 20 juta rupiah per bulan pada tahun 2024 menjadi 65 juta rupiah per bulan di 2026.

Meski berekspansi menjadi sentra wisata bisnis, fungsi utama KDKMP sebagai pelayan kebutuhan anggota dan masyarakat tidak akan dihilangkan. 

Bram menegaskan bahwa koperasi akan tetap menyediakan bahan pokok di bawah harga pasar serta menjadi aggregator sekaligus offtaker (pembeli siaga) untuk menyerap hasil panen warga demi stabilisasi harga.

Baca Juga: Kanada Permudah Akses Masuk WNI, Kini Bisa Gunakan eTA Pengganti Visa

Di sisi lain, kelancaran proyek ini juga didukung oleh kesiapan infrastruktur. Pembangunan gedung koperasi telah mengantisipasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 yang mewajibkan tersedianya minimal 1.000 meter persegi lahan, di luar kategori lahan sawah produktif maupun kawasan lindung.

Kepala Desa Kediten, Bambang Sutrisno, memastikan pihaknya telah siap mengakomodasi kebutuhan tersebut. "Kami sudah menyiapkan 1.200 meter persegi lahan kas desa yang tidak termasuk sawah produktif. 

Lahan tersebut berada tepat di pinggir jalan raya Kediten-Prau, sangat strategis dan cocok untuk koperasi sekaligus wisata," pungkas Bambang.

Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Jumat 29 Mei 2026, Daging SerentakTurun

Melalui kolaborasi lintas sektor yang terintegrasi ini, KDKMP Kediten diharapkan mampu menjadi role model bisnis pengentasan kemiskinan dengan menjadikan koperasi sebagai mesin utama penggerak ekonomi kerakyatan yang modern dan berdaya saing.

Editor : Hany Akasah
#kendal #wisata #umkm #KDMP #desa wisata