Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Bukan Sekadar Wadah Bawaan, Koper Kini Jadi Simbol Status Gaya Hidup ala Gen Z

Hany Akasah • Senin, 25 Mei 2026 | 14:26 WIB
ILUSTRASI: Deretan koper cabin size dengan pilihan warna pastel dan desain estetik.
ILUSTRASI: Deretan koper cabin size dengan pilihan warna pastel dan desain estetik.

RADAR SURABAYA BISNIS – Perubahan gaya berlibur generasi Z (Gen Z) ternyata membawa dampak signifikan pada bisnis perlengkapan perjalanan.

Jika sebelumnya koper berukuran besar dengan warna gelap mendominasi pasar, kini tren tersebut bergeser drastis menuju koper berdesain estetik dengan warna-warna pastel.

Pergeseran minat ini didorong oleh kebiasaan baru di kalangan traveler muda yang lebih gemar melakukan short escape atau healing singkat, alih-alih mengambil cuti panjang. 

Baca Juga: Lindungi Hak Petani, Mentan Amran Pertegas Aturan Distribusi Pupuk dan Beras

Di mata Gen Z, fungsi koper kini telah bertransformasi; tidak lagi sekadar alat pembawa barang, melainkan bagian dari identitas diri dan simbol gaya hidup.

Brand Manager Victorinox Indonesia, Franco Wijaya, mengonfirmasi adanya perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap produk travel gear. Menurutnya, segmentasi pasar kini jauh lebih beragam dibandingkan beberapa tahun ke belakang.

"Dulu orang pilih koper yang penting kuat dan fungsional. Warnanya juga dominan hitam atau gelap. Sekarang justru banyak yang pilih warna pastel, lebih colorful, dan Gen Z friendly," jelas Franco.

Baca Juga: PT DSI Disiapkan Jadi Pengendali Ekspor SDA Strategis, Alasan Kebocoran Jadi Fokus Prabowo

Dari kacamata bisnis, fenomena ini membuka ceruk pasar yang menjanjikan. Desain visual koper kini menjadi nilai jual utama (Unique Selling Proposition) yang tak kalah penting dari durabilitas material. 

Banyak traveler muda ingin tampil stylish sejak berada di bandara, menjadikan koper sebagai salah satu elemen flexing di media sosial.

"Sekarang koper juga buat flexing. Ketika bawa koper yang desainnya lucu atau warnanya menarik, ada rasa bangga sendiri," tambah Franco.

Baca Juga: Revisi Aturan PMSE Dikebut, Kemendag Ajak Platform E-Commerce Cari Kesepakatan

Selain faktor estetika, tren budget traveling dan perjalanan berdurasi singkat turut mendongkrak angka penjualan koper ukuran kabin (cabin size). 

Kepraktisan menjadi alasan utama konsumen, mengingat koper jenis ini lebih ringan dan membebaskan traveler dari biaya tambahan bagasi pesawat yang dapat menekan anggaran liburan.

"Sekarang orang traveling lebih sering tapi waktunya singkat karena healing atau cari suasana baru. Jadi cabin size paling banyak dicari," pungkasnya.

Baca Juga: Harga Sapi Naik hingga Rp10 Juta, Peternak Jatim Malah Laris dan Cuan

Bagi para pelaku industri retail dan brand travel gear, memahami perilaku konsumen Gen Z ini menjadi kunci untuk memenangkan persaingan pasar di tahun ini. 

Inovasi pada desain, keringanan material, dan variasi warna diproyeksikan akan terus menjadi motor penggerak utama dalam mendongkrak omzet penjualan perlengkapan traveling.

Editor : Hany Akasah
#koper #Gen Z #liburan #traveling #estetika