radarsurabayabisnis.id - Pemerintah Kota Surabaya mulai menyulap kawasan Kali Tebu di Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, menjadi koridor jalan baru yang estetik, modern, dan ramah lingkungan.
Kawasan tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai jalur alternatif, tetapi juga akan ditata menjadi ruang kota yang nyaman dengan taman sungai, lampu penerangan modern, hingga deretan pohon tabebuya yang ditanam seragam di sepanjang jalan.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan Jalan Kali Tebu akan dibuat dua jalur lengkap dengan pembatas jalan di bagian tengah.
Baca Juga: Kronologi Ratusan Siswa di 12 Sekolah Surabaya Keracunan MBG
“Jalan ini nanti dibuat dua jalur dengan tubing pembatas di tengah. Di bagian tengah itu juga akan dipasang lampu penerangan yang menerangi dua sisi jalan sekaligus,” kata Eri saat meninjau proyek Jalan Kali Tebu, Senin (11/5).
Tak hanya memperlebar akses jalan, Pemkot Surabaya juga menyiapkan taman linear di sepanjang bantaran sungai untuk mempercantik kawasan.
Deretan pohon tabebuya akan menjadi ikon utama kawasan tersebut. Pemkot sengaja memilih satu jenis tabebuya agar tampilan jalan terlihat lebih rapi dan indah saat musim berbunga tiba.
“Semuanya ditanam tabebuya satu jenis supaya ketika berbunga kelihatan bagus dan rapi. Di bawahnya ada tanaman kacang-kacangan,” ujar Eri.
Baca Juga: Jejak Jalan Jagalan Surabaya Era 90-an, Ajang Berburu Hoki Lewat Judi SDSB
Meski tampil lebih modern dan estetik, Pemkot Surabaya juga memberi perhatian serius terhadap potensi balap liar dan parkir sembarangan setelah jalan selesai diaspal.
Jalan yang lebar dan mulus dikhawatirkan menjadi lokasi kebut-kebutan pada malam hari. Karena itu, sejumlah speed trap atau polisi tidur akan dipasang di beberapa titik strategis.
Selain itu, pos pemantauan juga akan dibangun untuk mengawasi aktivitas di kawasan Kali Tebu.
“Nanti kita siapkan pos sementara di satu sampai tiga titik supaya tidak ada balap liar maupun parkir liar. Jalan ini harus tetap sesuai fungsinya,” tegas Eri.
Pemkot juga berencana membangun jembatan baru di kawasan tersebut guna memperkuat konektivitas antarwilayah dan mempermudah akses warga sekitar.
Menurut Eri, pembangunan tambahan itu merupakan hasil masukan masyarakat yang ingin kawasan Kali Tebu ditata lebih baik dan nyaman.
Baca Juga: Jejak Pusat Produksi Batu Merah di Gunungsari Surabaya, Bahan Pembakaran dan Cara Kirim Sangat Unik
“Ini juga hasil masukan masyarakat, sehingga bisa kami sempurnakan dalam pembangunan berikutnya,” tambahnya.
Pemkot Surabaya berharap wajah baru Kali Tebu nantinya bisa menjadi kawasan kota yang tertata, bersih, nyaman, sekaligus bebas sampah dan parkir liar.
“Kalau sudah bagus tolong dijaga bersama. Jangan buang sampah sembarangan dan jangan digunakan untuk parkir liar,” pesan Eri.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Surabaya, Trio Wahyu Bowo, memastikan pengawasan kawasan akan melibatkan lintas instansi mulai dari Dishub, Satpol PP, kecamatan hingga kelurahan.
“Petugas akan disiagakan untuk mengantisipasi balap liar maupun parkir liar setelah jalan selesai diaspal,” pungkasnya.
Editor : Hany Akasah