Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

KBS Surabaya Sukses Kembangbiakkan Komodo Hingga Jepang Pinjam Sepasang

Dimas Mahendra • Sabtu, 2 Mei 2026 | 07:24 WIB
SUKSES: Kebun Binatang Surabaya (KBS) berhasi dalam program pengembangbiakan (breeding) komodo.
SUKSES: Kebun Binatang Surabaya (KBS) berhasi dalam program pengembangbiakan (breeding) komodo.

radarsurabayabisnis.id - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kebun Binatang Surabaya (KBS) mencatat keberhasilan besar dalam program pengembangbiakan komodo. Saat ini, jumlah komodo yang dimiliki KBS telah mencapai lebih dari 50 ekor.

Keberhasilan tersebut menarik perhatian kebun binatang reptil terbesar di Jepang, iZoo Shizuoka. Lembaga konservasi asal Negeri Sakura itu pun mengajukan peminjaman sepasang komodo melalui skema breeding loan.

Direktur Operasional Perumda KBS, Nurika Widyasanti, memastikan rencana peminjaman komodo ke Jepang tidak akan mengganggu proses pengembangbiakan di Surabaya. Menurutnya, pemerintah pusat telah melakukan kajian mendalam sebelum kerja sama dijalankan.

Baca Juga: Wisata Kebun Binatang Surabaya Diubah Lebih Modern dan Atraktif, Usung Konsep Night Zoo

“Dari pemerintah pusat ada kajian-kajian tersendiri. Paling tidak, secara proses breeding di KBS tidak terhenti dikarenakan kedua atau sepasang komodo ini nanti diberangkatkan ke Jepang,” ujar Nurika.

Ia menambahkan, total koleksi komodo di KBS saat ini masih lebih dari 50 ekor meski nantinya ada dua komodo yang dipinjamkan ke Jepang.

“Totalnya ada lebih di atas 50 ekor (komodo),” tegasnya.

Sebelum nota kesepahaman (MoU) disepakati, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI terlebih dahulu melakukan inspeksi terhadap sarana dan prasarana di iZoo Shizuoka. Hasilnya, kebun binatang tersebut dinilai telah memenuhi standar habitat komodo.

Baca Juga: Kalah Saing dengan Warkop Modern SWK Urip Sumoharjo Surabaya Sepi Pengunjung

“Beliau (Menteri Kehutanan) sudah sampai ke Jepang, tahu sarana dan prasarana di sana. Sudah ada pengaturan suhu dan lain sebagainya. Intinya menyesuaikan dengan habitat atau kebutuhan komodo di sini,” tutur Nurika.

Menurutnya, keberhasilan breeding komodo di KBS tidak lepas dari pola perawatan yang menyesuaikan kebutuhan alami satwa, mulai dari pakan hingga kondisi lingkungan kandang.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengapresiasi capaian KBS yang dinilai berhasil menjadi pusat pengembangbiakan komodo di Indonesia.

“Kita berhasil dalam pengembangbiakan komodo. Karena kebun binatang iZoo adalah kebun binatang reptil terbesar di Jepang, mereka meminta kita untuk meminjam komodo. Sebagai imbal balik, kita akan mendapatkan pinjaman satwa dari Jepang,” ujar Eri.

Eri menegaskan kerja sama tersebut mengutamakan kesejahteraan satwa. Selama masa peminjaman lima tahun, kondisi komodo akan diawasi bersama oleh kedua pihak.

Baca Juga: Festival Rujak Uleg 2026 Surabaya Bertema “Rujakphoria”, Ajang Wisata dan UMKM

“Jadi, ketika dalam masa lima tahun ini ada yang mungkin sakit, bisa ditarik kembali. Karena ini bukan pertukaran, tetapi peminjaman satwa, dan kita sama-sama menjaganya,” jelasnya.

Kerja sama peminjaman komodo ini ternyata telah dirintis sejak 10 tahun lalu dan baru terealisasi melalui penandatanganan MoU pada April 2026.

Eri optimistis kehadiran komodo di Jepang nantinya akan meningkatkan minat masyarakat terhadap konservasi satwa, baik di Surabaya maupun Jepang.

“Peminjaman satwa ini bisa menaikkan animo masyarakat yang ada di Surabaya maupun di Jepang. Karena di sana sudah memimpikan ada komodo sejak lama,” pungkasnya.

Editor : Hany Akasah
#komodo #kbs surabaya #kebun binatang surabaya #wisata surabaya