radarsurabayabisnis.id - Sentra Wisata Kuliner (SWK) Urip Sumoharjo, Surabaya, mengalami penurunan jumlah pengunjung dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut berbeda jauh dibanding beberapa tahun lalu ketika kawasan kuliner itu selalu ramai dipadati pembeli dari siang hingga malam hari.
Dulu, SWK Urip Sumoharjo bahkan rutin menghadirkan hiburan live music untuk menarik pengunjung. Namun kini suasana mulai berubah. Banyak lapak tampak sepi, bahkan sebagian sudah tidak lagi beroperasi.
Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Jumat 1 Mei 2026, Cabai Kompak Naik
Seorang pedagang yang enggan disebut namanya mengatakan, penurunan pengunjung mulai terasa sejak munculnya warkop baru di seberang jalan dengan konsep yang lebih modern dan nyaman.
“Dulu ramai, sekarang jauh berkurang. Apalagi sejak ada warkop baru yang lebih modern di seberang,” ujarnya, Kamis (1/5).
Menurutnya, kondisi semakin memburuk menjelang Ramadan lalu. Ia memperkirakan tingkat kunjungan saat ini hanya sekitar 20 hingga 30 persen dibandingkan kondisi normal sebelumnya.
Baca Juga: Wisata Kebun Binatang Surabaya Diubah Lebih Modern dan Atraktif, Usung Konsep Night Zoo
“Sekarang paling cuma 20–30 persen saja. Banyak lapak yang tutup karena sepi,” katanya.
Meski omzet menurun, ia memilih tetap bertahan dengan mengandalkan pelanggan tetap, terutama para tukang bangunan yang sering datang untuk makan maupun membeli minuman seperti kopi dan teh.
Baca Juga: Dapur MBG Kena Suspend Tetap Bisa Dapat Insentif, Bos BGN Beberkan Syaratnya
Pedagang tersebut juga mengakui bahwa warkop modern di kawasan Jalan Urip Sumoharjo menawarkan suasana yang lebih nyaman, bersih, dan tertata rapi dibandingkan kondisi SWK saat ini.
Namun demikian, ia menyambut positif langkah Pemerintah Kota Surabaya yang mulai melakukan pembenahan fasilitas di area SWK, mulai dari toilet hingga tempat duduk pengunjung.
“Mudah-mudahan setelah diperbaiki bisa ramai lagi,” harapnya.
Editor : Hany Akasah