RADAR SURABAYA BISNIS - Keindahan alam Indonesia yang beragam, mulai dari pantai tropis hingga pegunungan yang memukau, terus menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Tidak hanya wisatawan lokal, turis mancanegara pun semakin tertarik untuk datang dan menikmati pesona destinasi yang tersebar di berbagai penjuru nusantara.
Di tengah potensi tersebut, sektor pariwisata Indonesia pada awal 2026 menunjukkan perkembangan yang cukup dinamis.
Arus kunjungan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri, menjadi indikator penting dalam melihat pergerakan industri ini.
Baca Juga: Wisnus Tembus 102 Juta Perjalanan pada Awal 2026, Pulau Jawa Jadi Tujuan Favorit
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Februari 2026 mencapai 1,16 juta kunjungan.
Angka ini mengalami peningkatan sebesar 13,37 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada Februari 2025.
Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya minat wisatawan asing terhadap destinasi di Indonesia, seiring dengan upaya promosi pariwisata serta perbaikan aksesibilitas ke berbagai daerah tujuan wisata.
Sementara itu, pergerakan wisatawan domestik juga masih menunjukkan tren positif.
Baca Juga: Gairah Berwisata Masyarakat Tetap Tinggi, Berikut Daftar Provinsi dengan Perjalanan Wisnus Terbanyak
Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada Februari 2026 tercatat mencapai 91,14 juta perjalanan, atau tumbuh tipis sebesar 0,70 persen secara tahunan (year-on-year).
Di sisi lain, jumlah perjalanan wisatawan nasional yang melakukan perjalanan ke luar negeri (wisnas) justru mengalami penurunan.
Pada Februari 2026, jumlahnya tercatat sebesar 701,07 ribu perjalanan, turun 7,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan ini dapat menjadi indikasi bahwa sebagian masyarakat lebih memilih berwisata di dalam negeri, yang secara tidak langsung turut mendukung pertumbuhan pariwisata domestik.
Namun demikian, tidak semua indikator menunjukkan peningkatan.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Februari 2026 tercatat sebesar 44,89 persen, atau mengalami penurunan sebesar 2,32 persen poin dibandingkan Februari 2025.
Baca Juga: Pasar Kayoon Akan Disulap Jadi Wisata Batu Permata, Ini Rencana Besar Pemkot Surabaya
Hal ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pola perjalanan yang lebih singkat, preferensi akomodasi alternatif, hingga distribusi wisatawan yang tidak merata.
Secara keseluruhan, data tersebut menggambarkan bahwa sektor pariwisata Indonesia pada awal 2026 masih berada dalam fase pertumbuhan yang fluktuatif.
Di satu sisi, peningkatan kunjungan wisman menjadi sinyal positif, namun di sisi lain masih terdapat tantangan dalam mengoptimalkan dampak ekonomi, khususnya di sektor akomodasi.
Ke depan, peningkatan kualitas destinasi, promosi yang lebih terarah, serta pemerataan kunjungan wisatawan di berbagai daerah dinilai menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan pariwisata yang lebih berkelanjutan. (iza/han)
Editor : Hany Akasah