RADAR SURABAYA BISNIS - Pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) pada awal tahun 2026 kembali menegaskan perannya sebagai salah satu pendorong utama sektor pariwisata domestik.
Tingginya mobilitas masyarakat tidak hanya mencerminkan kebutuhan rekreasi, tetapi juga menggambarkan aktivitas sosial dan ekonomi yang semakin dinamis di berbagai daerah.
Dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan infrastruktur transportasi serta konektivitas antarwilayah turut membuka lebih banyak peluang perjalanan bagi masyarakat.
Akses yang semakin mudah, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara, membuat destinasi wisata dalam negeri kian terjangkau dan diminati.
Baca Juga: Gairah Berwisata Masyarakat Tetap Tinggi, Berikut Daftar Provinsi dengan Perjalanan Wisnus Terbanyak
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah perjalanan wisnus pada Januari 2026 tercatat mencapai 102,04 juta perjalanan.
Angka ini menunjukkan tingginya aktivitas perjalanan domestik di awal tahun, meskipun mengalami penurunan sebesar 3,72 persen dibandingkan dengan Desember 2025 yang biasanya dipengaruhi momentum libur akhir tahun.
Jika dilihat dari sebaran wilayah tujuan, Pulau Jawa masih menjadi pusat utama pergerakan wisatawan domestik.
Total perjalanan menuju Pulau Jawa mencapai 65,32 juta perjalanan atau setara 64,02 persen dari keseluruhan perjalanan wisnus di Indonesia.
Dominasi ini tidak terlepas dari berbagai faktor pendukung, seperti kelengkapan infrastruktur, kemudahan akses transportasi, serta keberagaman destinasi yang mencakup wisata alam, budaya, hingga perkotaan.
Selain itu, tingginya aktivitas ekonomi dan kepadatan penduduk juga turut mendorong pergerakan wisata di wilayah ini.
Secara rinci, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah kunjungan wisnus tertinggi, yakni mencapai 18,38 juta perjalanan.
Posisi berikutnya ditempati oleh Jawa Timur dengan 17,58 juta perjalanan, serta Jawa Tengah sebesar 11,95 juta perjalanan.
Tidak hanya itu, DKI Jakarta juga mencatat angka signifikan dengan 8,71 juta perjalanan, diikuti Banten sebanyak 5,16 juta perjalanan.
Tingginya angka di provinsi-provinsi tersebut menunjukkan bahwa arus perjalanan masih banyak terkonsentrasi di wilayah dengan aktivitas ekonomi yang padat.
Baca Juga: Kunjungan Wisatawan Jepang Naik 12%, Kemenpar Bidik Kerja Sama Strategis Lewat Jalur Udara
Di luar Pulau Jawa, kontribusi perjalanan wisnus juga tetap terlihat meskipun dalam skala yang lebih kecil.
Sumatera Utara mencatat 5,2 juta perjalanan, sementara Sulawesi Selatan mencapai 4,1 juta perjalanan. Adapun DI Yogyakarta mencatat 3,53 juta perjalanan, serta Lampung dan Bali masing-masing sebesar 2,28 juta dan 2,17 juta perjalanan.
Sebaran data tersebut menunjukkan bahwa meskipun Pulau Jawa masih menjadi pusat utama, aktivitas perjalanan wisatawan nusantara mulai menjangkau berbagai wilayah lain di Indonesia.
Hal ini menjadi indikasi adanya potensi pemerataan pariwisata domestik yang terus berkembang.
Ke depan, tren pergerakan wisnus diperkirakan tetap menjadi penopang utama sektor pariwisata nasional. (iza/han)
Editor : Hany Akasah