Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kunjungan Wisatawan Jepang Naik 12%, Kemenpar Bidik Kerja Sama Strategis Lewat Jalur Udara

Hany Akasah • Selasa, 31 Maret 2026 | 22:16 WIB
Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dan Menteri MLIT Jepang Yasushi Kaneko berjabat tangan sebagai simbol penguatan kerja sama bilateral.
Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dan Menteri MLIT Jepang Yasushi Kaneko berjabat tangan sebagai simbol penguatan kerja sama bilateral.

RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pariwisata secara resmi memperkuat kerja sama bilateral dengan Jepang melalui penandatanganan Memorandum of Cooperation (MoC) di bidang pariwisata. 

Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkokoh posisi pasar Indonesia di kawasan Asia Timur di tengah dinamika geopolitik global.

Penandatanganan dokumen bersejarah tersebut dilakukan oleh Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, bersama Menteri Lahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata (MLIT) Jepang, Yasushi Kaneko, di Tokyo, Senin (30/3/2026). Momentum ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke Negeri Sakura.

Baca Juga: Inovasi Mahasiswa UBAYA: Tas Unik dari Serabut Kelapa Ini Bisa Ditanam dan Tumbuh Jadi Bunga

Diversifikasi Pasar dan Penguatan Investasi

Kerja sama ini mencakup sejumlah sektor krusial, mulai dari pengembangan produk pariwisata premium seperti wellness, gastronomi, dan ekowisata, hingga peningkatan nilai investasi di sektor akomodasi dan infrastruktur. 

Menteri Widiyanti menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya Indonesia mendorong diversifikasi pasar mancanegara.

"MoC ini menjadi tonggak penting sebagai landasan kerja sama formal pertama di bidang pariwisata antara kedua negara. Kami fokus pada keberlanjutan pertumbuhan kunjungan wisatawan dan penguatan kolaborasi yang inovatif," ujar Widiyanti.

Baca Juga: Danantara Gandeng Qatar Investasi di Labuan Bajo, Ini Dampak Besarnya bagi Pariwisata dan Ekonomi NTT

Peningkatan Konektivitas Udara

Salah satu poin inti yang dibahas adalah peningkatan konektivitas udara. Saat ini, rute Tokyo-Jakarta dan Tokyo-Bali menjadi tulang punggung mobilitas wisatawan.

Ke depan, pemerintah berencana mengembangkan rute langsung dari kota-kota besar di Jepang menuju destinasi unggulan lainnya seperti Yogyakarta.

Data tahun 2025 menunjukkan tren positif dengan catatan lebih dari 380.000 kunjungan wisatawan Jepang ke Indonesia, naik sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Baca Juga: Bank Jatim Catat Laba Bersih Rp1,54 Triliun, Aset Tembus Rp105,8 Triliun, Ini Strategi yang DIpakai

Dengan rata-rata lama tinggal mencapai hampir delapan hari, pasar Jepang dianggap memiliki nilai ekonomi tinggi bagi industri pariwisata nasional.

Implementasi Melalui Joint Working Group

Guna memastikan kesepakatan ini berjalan efektif, kedua negara akan membentuk Joint Working Group (JWG). Tim ini bertugas menyusun rencana aksi nyata, termasuk program pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan pengiriman tenaga kerja terlatih Indonesia ke sektor pariwisata Jepang.

Melalui kemitraan ini, Indonesia optimis dapat memitigasi ketidakpastian ekonomi global dengan menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih tangguh dan saling menguntungkan bagi kedua negara.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah di Tengah Dinamika Pasar Global dan Sentimen Geopolitik

Editor : Hany Akasah
#kerja sama #ekonomi #pariwisata #indonesia #jepang