RADAR SURABAYA BISNIS - Kegiatan berwisata masih menjadi salah satu aktivitas yang digemari masyarakat Indonesia.
Tidak hanya menawarkan pengalaman rekreasi yang menyenangkan serta melepas penat dari rutinitas, perjalanan wisata juga memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda perekonomian daerah, mulai dari sektor transportasi, akomodasi, hingga pelaku usaha kecil di destinasi wisata.
Badan Pusat Statistik (BPS) melalui laporan Perkembangan Pariwisata Januari 2026 mengungkapkan bahwa jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada Januari 2026 mencapai 102,04 juta perjalanan.
Baca Juga: Rupiah Tertekan di Awal Pekan, Penguatan Dolar AS dan Sentimen Global Jadi Pemicu
Meski angkanya masih tergolong tinggi, capaian tersebut menunjukkan adanya penurunan sebesar 3,7 persen dibandingkan Desember 2025.
Selain itu, jika dibandingkan dengan Januari 2025, jumlah perjalanan juga mengalami penurunan tipis sebesar 0,93 persen.
Secara regional, aktivitas perjalanan wisata domestik masih didominasi oleh provinsi-provinsi di Pulau Jawa.
Jawa Barat tercatat sebagai daerah dengan jumlah perjalanan wisnus tertinggi, mencapai 18,96 juta perjalanan sepanjang Januari 2026.
Angka ini justru mengalami peningkatan sebesar 4,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Harga Emas Antam Melemah di Awal Pekan, Simak Rincian Terbarunya
Besarnya populasi serta kemudahan akses menuju berbagai kota dan destinasi wisata menjadi faktor utama yang mendorong tingginya mobilitas wisata dari wilayah ini.
Di posisi kedua, Jawa Timur mencatat 16,78 juta perjalanan.
Namun, berbeda dengan Jawa Barat, jumlah tersebut mengalami penurunan cukup signifikan, yakni sebesar 9,44 persen secara tahunan.
Kondisi serupa juga terjadi di Jawa Tengah yang menempati peringkat ketiga dengan total 11,5 juta perjalanan, turun 8,57 persen dibandingkan Januari 2025.
Sementara itu, DKI Jakarta yang dikenal sebagai pusat kegiatan ekonomi dan budaya nasional berada di peringkat keempat dengan total 8,83 juta perjalanan.
Baca Juga: Distribusi Program MBG di Wilayah 3T Ditambah Jadi 6 Hari, BGN Tekankan Akurasi Data
Berbeda dengan beberapa wilayah sebelumnya, jumlah perjalanan dari ibu kota justru meningkat sebesar 3,27 persen secara tahunan.
Peningkatan ini mengindikasikan tingginya mobilitas masyarakat urban untuk melakukan perjalanan wisata ke berbagai daerah.
Di urutan kelima, Banten mencatat 6,58 juta perjalanan dengan pertumbuhan yang relatif stabil, yakni naik 1,16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selanjutnya, Sumatra Utara dan Sulawesi Selatan masing-masing menempati posisi keenam dan ketujuh dengan total perjalanan sebesar 4,95 juta dan 3,93 juta.
Adapun Daerah Istimewa Yogyakarta berada di posisi kedelapan dengan 2,46 juta perjalanan.
Daerah yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan ini tetap menunjukkan kontribusi signifikan dalam pergerakan wisata domestik.
Diikuti oleh Lampung dengan 2,32 juta perjalanan, serta Bali yang menutup daftar sepuluh besar dengan 2,22 juta perjalanan.
Secara nasional, distribusi perjalanan wisatawan nusantara pada Januari 2026 masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Wilayah ini menyumbang sekitar 63,84 persen dari total perjalanan wisnus di seluruh Indonesia.
Meskipun terjadi penurunan secara bulanan dan tahunan, tingginya angka perjalanan wisnus di awal tahun ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap kegiatan wisata tetap kuat.
Kondisi ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata domestik di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang. (iza/han)