RADAR SURABAYA BISNIS - Indonesia kembali menunjukkan kekuatannya sebagai negara surga kuliner.
Tak hanya dikenal dengan ragam makanan yang lezat, tingginya minat masyarakat terhadap aktivitas kuliner juga berdampak pada dunia usaha.
Sektor makanan dan minuman kini tercatat sebagai bidang usaha yang paling banyak digeluti masyarakat di Tanah Air.
Dalam beberapa tahun terakhir, tren kewirausahaan di Indonesia terus mengalami peningkatan.
Baca Juga: Minat Usaha di Kalangan Gen Z Meningkat, Ini Tantangan yang Menghambat
Hal ini seiring dengan terbukanya peluang usaha di berbagai sektor, baik yang berbasis kebutuhan sehari-hari maupun yang berkembang berkat kemajuan teknologi digital.
Kemudahan promosi melalui media sosial juga menjadi faktor pendorong utama yang membuat masyarakat semakin tertarik untuk memulai bisnis.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Jakpat dan dirilis oleh GoodStats, sektor makanan dan minuman menempati posisi teratas sebagai jenis usaha yang paling banyak dimiliki masyarakat Indonesia pada 2026.
Persentasenya mencapai 40 persen, jauh melampaui sektor lainnya.
Di posisi berikutnya, usaha di bidang kebutuhan pokok atau grosir mencatat angka 22 persen, disusul sektor fesyen dan tekstil sebesar 21 persen.
Sementara itu, sektor pertanian, peternakan, dan perikanan serta telekomunikasi dan produk digital masing-masing berada di angka 13 persen, menunjukkan bahwa kedua sektor tersebut juga memiliki kontribusi yang cukup signifikan.
Adapun sektor seni, hiburan, dan rekreasi berada di angka 10 persen, diikuti pendidikan dan pelatihan sebesar 9 persen. Sementara produk kecantikan dan perawatan tubuh serta sektor properti dan real estate masing-masing mencatat 8 persen.
Di sisi lain, sektor ekspor-impor menjadi yang paling sedikit diminati dengan angka hanya 7 persen.
Tingginya minat masyarakat terhadap bisnis makanan dan minuman tidak lepas dari karakteristiknya yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Tren Bisnis Kuliner Lebaran 1447 H, Hidangan Non-Santan Jadi Peluang Cuan Baru
Produk kuliner dinilai memiliki permintaan yang relatif stabil, sehingga peluang keberlanjutan usaha lebih terjamin.
Selain itu, modal awal yang dibutuhkan juga cenderung lebih terjangkau dibandingkan sektor usaha lainnya.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, sektor makanan dan minuman dinilai sebagai pilihan strategis bagi masyarakat yang ingin memulai usaha, baik skala kecil maupun menengah.
Baca Juga: Survei Ungkap 45 Persen Publik Indonesia Punya Pekerjaan Sampingan, Faktor Ekonomi Jadi Alasan Utama
Survei ini melibatkan total 1.387 responden dari berbagai wilayah di Indonesia. Responden terdiri dari 815 calon pelaku usaha dan 442 pemilik usaha aktif.
Pengumpulan data dilakukan pada 5–6 Februari 2026 melalui kuesioner berbasis aplikasi mobile Jakpat, dengan margin of error di bawah 5 persen.
Hal ini menunjukkan bahwa hasil survei memiliki tingkat kepercayaan yang cukup tinggi dalam menggambarkan kondisi umum tren kewirausahaan di Indonesia. (iza/han)
Editor : Hany Akasah