Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Semarak Lebaran Ketupat Gresik, Tradisi Surak Iyo di Randuboyo Diramaikan Anak-anak Bawa Rantang

Hany Akasah • Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:50 WIB
Anak-anak Dusun Randuboyo, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik, antusias mengikuti tradisi Surak Iyo saat Lebaran Ketupat, Sabtu (28/12). Mereka berkeliling kampung sambil membawa rantang dan wadah lainnya untuk mengumpulkan hidangan dari warga
Warga Dusun Randuboyo, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik, antusias mengikuti tradisi Surak Iyo saat Lebaran Ketupat, Sabtu (28/12)

RADAR SURABAYA BISNIS - Perayaan Lebaran Ketupat di Kabupaten Gresik kembali menjadi momen istimewa yang selalu dinantikan masyarakat setiap tahunnya.

Tradisi yang telah berlangsung selama ratusan tahun ini menjadi puncak perayaan yang sarat nilai budaya dan kebersamaan.

Salah satu tradisi yang paling mencuri perhatian adalah “Surak Iyo” yang digelar di Dusun Randuboyo, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Sabtu (28/12).

Tradisi ini selalu menghadirkan suasana meriah, khususnya bagi anak-anak dan remaja yang ikut ambil bagian.

Baca Juga: Emas Antam Menguat Jelang Akhir Pekan, Simak Rincian Harga Terbarunya

Sejak pagi hari, tepatnya pukul 06.00 WIB, anak-anak sudah mulai berkumpul untuk mengikuti tradisi tersebut.

Mereka membawa berbagai jenis wadah seperti rantang, timba, hingga gayung, lalu berkeliling kampung dari rumah ke rumah warga.

Sepanjang perjalanan, mereka bersama-sama menyanyikan lagu khas “Surak Iyo” dengan penuh semangat.

Suara lantang dan riang mereka menggema di seluruh sudut dusun, menciptakan atmosfer khas yang hanya bisa ditemui saat Lebaran Ketupat.

Baca Juga: Bebas Visa ke Jepang Kembali Berlaku, Pemegang E-Paspor RI Wajib Tahu Prosedur Digital Ini

“Surak iyo pager jaro kembang gubis, Ucha Uqi ojo nangis-nangis nek nangis dikemplang linggis, surak iyo pager jaro kembang dara, Ucha Uqi ojo lara-lara nek lara oleho tamba, surak yo pager jaro kembang pacar, nek mari podo buyar,” teriak peserta Surak Iyo dengan penuh semangat.

Peserta tradisi Surak Iyo berjalan menyusuri kampung sambil membawa rantang dan wadah lainnya untuk mengumpulkan hidangan dari warga
Peserta tradisi Surak Iyo berjalan menyusuri kampung sambil membawa rantang dan wadah lainnya untuk mengumpulkan hidangan dari warga

Tradisi ini tak hanya menghadirkan keceriaan, tetapi juga menjadi ajang berbagi rezeki.

Anak-anak yang berkeliling mendapatkan berbagai hidangan khas Lebaran seperti ketupat, lontong, opor ayam, hingga lepet.

Selain makanan, warga juga turut memberikan uang sebagai bentuk berbagi kebahagiaan.

“Bangun pagi habis salat Shubuh ke rumah Mbah di Randuboyo,” kata Najma Ayucha, 12 tahun.

Bagi mereka yang sudah tidak tinggal di kampung halaman, tradisi ini menjadi alasan untuk kembali pulang.

Baca Juga: Antisipasi Dampak Perang Timur Tengah, Menkeu Purbaya Siapkan 3 Tahap Efisiensi Anggaran

Momen ini juga dimanfaatkan untuk mengenalkan generasi muda dengan lingkungan asal keluarga mereka.

“Senang bisa ikut tradisi ini, sekaligus mengenalkan anak-anak dengan warga di kampung leluhur,” ungkapnya.

Secara sejarah, tradisi “Surak Iyo” diyakini telah ada sejak masa penyebaran Islam oleh Sunan Giri.

Selain sebagai bentuk warisan budaya, kegiatan ini juga berfungsi mempererat hubungan sosial antarwarga.

Baca Juga: Berapa Idealnya Tabungan di Usia 30 hingga 50 Tahun? Ini Strategi Kelola Dana Pensiun Untuk Anda

Tidak hanya di Randuboyo, kemeriahan Lebaran Ketupat juga terasa di wilayah lain di Gresik.

Di Desa Suci, masyarakat mengadakan tradisi “Udik-udikan” dengan menyebar uang receh untuk diperebutkan warga.

Sementara itu, di Desa Kauman, warga merayakan dengan saling berkunjung antar tetangga, memperkuat rasa kebersamaan.

Menariknya, perayaan ini melibatkan berbagai lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang.

Baca Juga: Target 6 Persen, Menkeu Purbaya Ungkap Sinyal Ekonomi RI Melejit, Ini Kuncinya

Warga dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, hingga non-muslim dan keturunan Arab turut berpartisipasi dalam suasana yang penuh keakraban.

Keberagaman tradisi dalam Lebaran Ketupat di Gresik menjadi bukti kuat bahwa nilai gotong royong, kebersamaan, dan kearifan lokal tetap terjaga.

Lebih dari sekadar tradisi, perayaan ini menjadi simbol eratnya hubungan sosial di tengah masyarakat modern. (iza/han)

Editor : Hany Akasah
#warisan #budaya #lebaran #tradisi #perayaan #gresik