RADAR SURABAYA BISNIS – Masuknya Indonesia dan Vietnam dalam daftar 28 negara terindah di dunia versi Condé Nast Traveler diprediksi akan menjadi katalis kuat bagi pertumbuhan investasi di sektor pariwisata.
Pengakuan internasional ini dinilai bukan sekadar prestasi estetika, melainkan modal besar untuk memperkuat branding destinasi di pasar global.
Laporan tersebut menyoroti kekayaan alam Indonesia, mulai dari terasering sawah di Tabanan, Bali, hingga kekayaan biodiversitas laut di Raja Ampat dan Flores. Sementara itu, Vietnam diunggulkan lewat pesona Ha Long Bay dan panorama pegunungan di Ha Giang.
Baca Juga: Akses Diperluas, Kemnaker Hapus Batasan Tahun Kelulusan Pelatihan Vokasi 2026
Peluang Investasi dan Diversifikasi Destinasi
Pakar industri menilai bahwa tren pariwisata saat ini mulai bergeser dari mass tourism (pariwisata massal) ke arah pengalaman yang lebih autentik dan berkelanjutan.
Hal ini membuka peluang bagi para pengembang properti dan investor hotel untuk melirik wilayah-wilayah yang "luar radar" namun memiliki potensi alam tinggi.
Di Indonesia, fokus pengembangan tidak lagi hanya tertuju pada pusat keramaian Bali, tetapi mulai merambah ke destinasi seperti Flores yang menawarkan eksklusivitas bagi wisatawan mancanegara.
Baca Juga: Universitas Pertahanan Resmi Buka Beasiswa 2026 Usai Lebaran, Ini Jadwal dan Syaratnya
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pemerataan ekonomi melalui sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.
Kehadiran Vietnam dalam daftar yang sama menegaskan persaingan ketat di kawasan Asia Tenggara. Kedua negara kini bersaing memperebutkan minat wisatawan yang mencari alternatif selain Thailand atau Malaysia.
Dengan adanya pengakuan ini, sektor bisnis pendukung seperti maskapai penerbangan, agen perjalanan digital (OTA), dan UMKM lokal diharapkan dapat menangkap momentum untuk meningkatkan nilai transaksi di tahun 2026.
Editor : Hany Akasah