RADAR SURABAYA BISNIS – Menjelang perayaan Idul Fitri 2026, tren konsumsi masyarakat terhadap produk kuliner praktis siap saji diprediksi akan kembali melonjak.
Salah satu komoditas yang kini dilirik oleh pelaku UMKM adalah sambal kemasan. Menanggapi tren ini, resep Sambal Bajak legendaris dari Chef Eko Wahyono muncul sebagai inspirasi bisnis rumahan dengan modal minimal namun memiliki potensi pasar yang luas.
Sambal bajak, yang dikenal dengan cita rasa kompleks—perpaduan pedas, manis, gurih, dan sedikit asam—merupakan pendamping wajib hidangan khas Lebaran.
Baca Juga: Medsos Anak Dibatasi, KPAI Buka Peluang bagi Industri Kreatif dan Edutech
Karakteristik sambal ini yang harus dimasak atau ditumis dalam waktu lama menjadikannya produk yang memiliki daya tahan lebih baik dibandingkan sambal segar, sehingga sangat potensial untuk dikemas dan dikirim ke luar kota sebagai bagian dari paket hamper (parsel).
Analisis Peluang dan Produksi
Menurut data tren pasar kuliner, konsumen saat ini lebih memilih produk yang memiliki sentuhan "home-made" namun dengan kualitas rasa profesional.
Baca Juga: Lebaran 2026, Volume Lalu Lintas di Tol Sumo Melonjak hingga 25 Persen
Resep Chef Eko Wahyono menawarkan kemudahan produksi dengan tingkat kesulitan rendah. Menggunakan bahan dasar seperti bawang merah, bawang putih, cabai rawit, dan terasi, para pelaku usaha dapat memulai produksi skala kecil dari dapur rumah.
“Hidangan Lebaran terasa lebih nikmat jika dilengkapi dengan sambal yang lezat,” ungkap Chef Eko dalam keterangannya. Hal inilah yang menjadi selling point utama bagi pebisnis kuliner untuk menawarkan solusi praktis bagi keluarga yang ingin menikmati hidangan istimewa tanpa harus repot mengulek sendiri.
Baca Juga: Pemerintah Kaji Peralihan Kompor Listrik Demi Tekan Impor LPG
Editor : Hany Akasah