RADAR SURABAYA BISNIS– Kesadaran masyarakat akan pola makan sehat kini mulai menggeser tren permintaan komoditas hortikultura di pasar domestik.
Salah satu pemicunya adalah meningkatnya pemahaman konsumen mengenai kandungan purin dalam sayuran yang dapat memicu serangan asam urat secara mendadak.
Berdasarkan data kesehatan terbaru, sayuran hijau yang selama ini dianggap superfood seperti bayam dan brokoli kini mulai dicermati lebih ketat oleh konsumen usia produktif.
Baca Juga: Daftar Rasio Utang Negara ASEAN, Indonesia Peringkat Berapa?
Bayam, misalnya, diketahui memiliki kandungan purin sekitar 57 mg per 100 gram, sementara asparagus berada di angka 23 mg per 100 gram.
Bagi pelaku bisnis ritel dan pemasok sayuran, fenomena ini membuka peluang segmentasi pasar baru.
Penandaan (labeling) kandungan nutrisi yang lebih detail pada kemasan sayur di supermarket diprediksi akan menjadi nilai tambah (unique selling point) yang dicari pembeli.
"Konsumen sekarang tidak hanya mencari sayur yang segar, tapi juga yang sesuai dengan kondisi medis mereka. Ada ceruk pasar besar untuk paket sayuran 'Aman Asam Urat' atau 'Low-Purine Pack'," ujar pengamat bisnis pangan.
Baca Juga: PT HM Sampoerna Tbk Buka Lowongan Kerja Maret 2026, Ada Posisi untuk Fresh Graduate
Selain bayam dan asparagus, beberapa sayuran populer di Indonesia seperti buncis, jamur, kembang kol, dan kacang polong juga masuk dalam daftar waspada bagi penderita asam urat.
Para petani dan distributor diharapkan mulai melakukan diversifikasi varietas untuk memenuhi permintaan pasar yang lebih spesifik ini, terutama menjelang musim mudik di mana mobilitas dan konsumsi pangan masyarakat meningkat pesat.
Editor : Hany Akasah