radarsurabayabisnis.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus mematangkan persiapan pelaksanaan Tradisi Malam Selawe Ramadan yang akan digelar di kawasan depan Kantor Kecamatan Kebomas hingga Makam Sunan Giri. Tahun ini, perayaan tradisi tahunan tersebut akan menghadirkan puluhan stan UMKM yang menjajakan jajanan tradisional khas Gresik.
Camat Kebomas Tri Joko Efendi mengatakan, terdapat sejumlah perbedaan dalam pelaksanaan Malam Selawe tahun ini. Salah satu yang paling mencolok adalah kehadiran sekitar 50 hingga 60 stan UMKM di depan Kantor Kecamatan Kebomas.
Baca Juga: Pasar Murah Surabaya Ludes Diserbu Warga, Ini Komoditas Paling Diburu Emak-emak
Stan tersebut akan menjual berbagai jajanan tradisional tempo dulu serta makanan sehat yang diharapkan mampu menarik minat masyarakat sekaligus wisatawan yang datang ke Gresik.
Selain menikmati tradisi religi, masyarakat yang datang juga dapat berburu kuliner khas daerah sebelum mudik Lebaran. Informasi mudik seperti jadwal dan cara mendapatkan diskon 30 persen kereta lebaran juga menjadi topik yang banyak dicari masyarakat menjelang hari raya.
60 Stan UMKM Sajikan Jajanan Tradisional Khas Gresik
Tri menjelaskan, kehadiran stan UMKM tidak hanya bertujuan memeriahkan acara, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya konsumsi makanan sehat dan bergizi.
Baca Juga: Diam-diam Dicari Dunia, Tanaman Sumatera Ini Kuasai 80 Persen Pasar Global
“Kami ingin mengedukasi masyarakat agar memberikan makanan yang bergizi dan sehat. Harapannya anak-anak kita di masa depan dapat tumbuh sehat dan terhindar dari berbagai penyakit,” ujar Tri, Jumat (13/3).
Berbagai kuliner tradisional khas Gresik akan disajikan dalam bazar tersebut, mulai dari jajanan tempo dulu hingga makanan khas daerah yang mulai jarang ditemui.
Program Satu Desa Satu Produk Unggulan
Selain bazar kuliner, Kecamatan Kebomas juga mendorong program satu desa satu produk unggulan.
Program ini diharapkan mampu mendorong desa-desa di Kabupaten Gresik untuk mengembangkan potensi UMKM masing-masing.
Baca Juga: Resep Sayur Ketupat Autentik Nusantara, Rahasia Hidangan Lebaran Gurih Nan Melegenda
“Ketika ada wisatawan datang, desa tersebut bisa memperkenalkan produk UMKM yang menjadi kekhasan wilayahnya,” jelas Tri.
Dengan konsep tersebut, setiap desa diharapkan memiliki produk khas yang dapat menjadi daya tarik wisata.
Rangkaian Kegiatan Religi di Masjid Sunan Giri
Selain bazar jajanan tradisional, rangkaian kegiatan Malam Selawe juga akan dipusatkan di Masjid Ainul Yaqin Sunan Giri.
Beberapa kegiatan yang akan digelar antara lain:
-
Munajat bersama
-
Pembacaan 1.000 surat Al-Ikhlas
-
Doa bersama menjelang malam Lailatul Qadar
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari tradisi Malam Selawe yang telah berlangsung turun-temurun di Gresik.
Pembagian 2.000 Nasi Kebuli dan 500 Kupat Keteq
Pada kegiatan tersebut juga akan dibagikan 2.000 porsi nasi kebuli serta 500 kupat keteq kepada para jamaah yang hadir.
Baca Juga: Ritukan, Tradisi Unik Warga Pesisir Gresik Jelang Akhir Ramadan, Berikut Aktifitas dan Sejarahnya
Pembagian kupat keteq menjadi simbol syukur sekaligus bentuk pelestarian budaya setelah Tradisi Malam Selawe dan Kupat Keteq ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Kabupaten Gresik.
Bupati dan Tokoh Ulama Dijadwalkan Hadir
Rencananya kegiatan ini akan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di Kabupaten Gresik, di antaranya:
-
Bupati Gresik
-
Wakil Bupati Gresik
-
Ketua MUI
-
Para kiai dan tokoh agama
Kehadiran para tokoh tersebut diharapkan menambah kekhidmatan acara yang menjadi salah satu tradisi religi terbesar di Gresik.
Persiapan Acara Sudah Mencapai 90 Persen
Tri menambahkan, hingga saat ini persiapan pelaksanaan Malam Selawe Ramadan sudah mencapai sekitar 90 persen.
“Insyaallah pada hari Sabtu sudah dilakukan pemasangan tenda untuk UMKM dan kemungkinan para pedagang sudah mulai berjualan. Persiapan lain seperti pengamanan dan kebersihan juga sudah kami siapkan,” pungkasnya.
Tradisi Malam Selawe sendiri selalu menjadi magnet bagi masyarakat Gresik maupun wisatawan yang ingin merasakan suasana religi sekaligus menikmati kuliner khas daerah menjelang Lebaran.
Editor : Hany Akasah