Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Ritukan, Tradisi Unik Warga Pesisir Gresik Jelang Akhir Ramadan, Berikut Aktifitas dan Sejarahnya

Novia Andriyani • Kamis, 12 Maret 2026 | 15:32 WIB

Ritukan menjadi tradisi unik warga Gresik menjelang akhir Ramadan. Warga keliling kampung dengan reog dan pencak macan membangunkan sahur.
Ritukan menjadi tradisi unik warga Gresik menjelang akhir Ramadan. Warga keliling kampung dengan reog dan pencak macan membangunkan sahur.

radarsurabayabisnis.id - Tradisi unik warga Gresik jelang akhir Ramadan kembali terlihat di wilayah pesisir utara Kabupaten Gresik. Masyarakat di Kecamatan Ujungpangkah memiliki tradisi turun-temurun bernama ritukan, yakni kegiatan membangunkan sahur yang dikemas dalam bentuk pawai seni budaya.

Baca Juga: Tren Busana Lebaran 2026, Dominasi Warna Butter Yellow dan Gaya Glamor

Tradisi ini rutin digelar warga, salah satunya di Desa Pangkah Wetan, dengan suasana meriah yang melibatkan berbagai pertunjukan kesenian tradisional. Tidak hanya membangunkan sahur, ritukan juga menjadi ajang pelestarian budaya lokal yang mempererat kebersamaan warga.

Pawai Seni Keliling Kampung Saat Sahur

Dalam tradisi ritukan, warga berkeliling kampung sambil memainkan berbagai kesenian rakyat. Suasana sahur menjadi semakin meriah dengan penampilan pencak macan, reog, hingga berbagai atraksi seni tradisional lainnya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Mereka bersama-sama berjalan keliling kampung sambil membangunkan warga untuk sahur.

Baca Juga: Bukan Sekadar Praktis, Tren Healthy Instant Noodle Jadi Peluang Cuan Saat Sahur

Kepala Desa Pangkah Wetan, Syaifullah Mahdi, mengatakan tradisi ritukan sudah berlangsung sejak lama dan diwariskan secara turun-temurun.

“Ritukan di Pangkah Wetan sudah menjadi tradisi dari nenek moyang. Saya sendiri sejak kecil sudah mengenal tradisi ini,” ujarnya.

Penanda Ramadan Segera Berakhir

Bagi masyarakat pesisir Ujungpangkah, ritukan menjadi penanda bahwa Ramadan akan segera berakhir dan Hari Raya Idul Fitri semakin dekat.

Tradisi ini biasanya digelar pada 10 hari terakhir bulan Ramadan, saat masyarakat mulai menyambut datangnya Lebaran.

Baca Juga: Jalan Rusak Terminal Purabaya Bungurasih Akhirnya Dicor, Sopir Protes Bus Terguncang, Ini Penyebabnya

Selain membangunkan sahur, kegiatan ini juga menjadi momen kebersamaan warga setelah menjalani ibadah puasa seharian.

“Bagi warga Ujungpangkah, ritukan menjadi momen menikmati sepuluh hari terakhir Ramadan. Setelah itu biasanya warga sahur bersama keluarga di rumah,” jelas Syaifullah.

Baca Juga: Waspada Jelang Lebaran, BPOM Sita 56 Ribu Produk Pangan Ilegal Tanpa Izin Edar

Melestarikan Seni Budaya Lokal

Dalam beberapa tahun terakhir, tradisi ritukan semakin meriah karena dilengkapi berbagai pertunjukan seni budaya.

Selain membangunkan sahur, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus melestarikan kesenian tradisional daerah.

“Sejak tiga tahun terakhir ada tambahan pertunjukan seperti reog, pencak macan, dan kesenian lainnya. Selain membangunkan sahur, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi warga sekaligus melestarikan seni budaya lokal,” pungkasnya.

Editor : Hany Akasah
#ramadan di gresik #budaya gresik #tradisi gresik #tradisi ramadan #Ritukan