RADAR SURABAYA BISNIS - Banyak masyarakat merasa ragu untuk tetap berolahraga saat menjalani ibadah puasa Ramadan karena khawatir tubuh akan menjadi lemas.
Padahal, aktivitas fisik tetap aman dilakukan selama intensitas dan waktunya diatur dengan tepat. Olahraga ringan justru dapat membantu menjaga kebugaran tubuh selama berpuasa tanpa harus menguras energi secara berlebihan.
Waktu terbaik untuk berolahraga saat puasa adalah sekitar 30 menit hingga satu jam sebelum berbuka.
Pada periode tersebut, tubuh telah menggunakan sebagian besar cadangan energi sehingga aktivitas fisik akan memicu pemanfaatan glukosa dan lemak yang tersimpan.
Baca Juga: Tren Busana Lebaran 2026, Dominasi Warna Butter Yellow dan Gaya Glamor
Metode ini dinilai cukup efektif, terutama bagi mereka yang ingin menjaga berat badan ideal, karena energi yang terpakai dapat segera digantikan saat waktu berbuka tiba.
Selain pengaturan waktu, penyesuaian intensitas latihan menjadi faktor krusial agar tubuh tidak mengalami kelelahan ekstrem. Para pakar menyarankan pengurangan intensitas latihan sekitar 30% hingga 40% dibandingkan hari biasa dengan memprioritaskan kualitas daripada kuantitas.
Jenis olahraga dengan intensitas rendah (low impact) seperti pilates, yoga, atau sekadar berjalan kaki 5.000 langkah sangat dianjurkan untuk dilakukan pada sore hari atau setelah subuh. Sementara itu, olahraga dengan intensitas lebih tinggi sebaiknya dilakukan pada malam hari, yakni sekitar satu hingga dua jam setelah berbuka, saat tubuh telah mendapatkan asupan nutrisi dan cairan yang cukup.
Asupan makanan saat sahur juga memegang peranan penting dalam menunjang energi untuk berolahraga.
Masyarakat diingatkan untuk tidak melewatkan sahur dan memastikan asupan karbohidrat, protein, serta lemak sehat terpenuhi. Selain itu, pemenuhan kebutuhan cairan saat sahur dan setelah berbuka sangat penting guna mencegah dehidrasi selama beraktivitas.
Penting pula bagi setiap individu untuk mendengarkan sinyal tubuh; jika muncul gejala pusing, jantung berdebar tidak normal, atau sesak napas, aktivitas fisik harus segera dihentikan.
Menjalani ibadah puasa bukan berarti berhenti bergerak secara total. Dengan memilih jenis olahraga yang tepat, seperti latihan aerobik ringan, bersepeda, atau latihan fleksibilitas, tubuh akan tetap sehat dan bugar. Konsistensi dalam melakukan olahraga yang terukur akan membantu meningkatkan sirkulasi darah serta mendukung kesehatan secara keseluruhan selama bulan suci Ramadan. (nov/han)
Editor : Hany Akasah