RADAR SURABAYA BISNIS – Menjelang Idulfitri 1447 H, peta persaingan bisnis kuliner di Indonesia mulai mengalami pergeseran menarik.
Jika biasanya menu bersantan seperti opor dan gulai mendominasi pasar, kini permintaan konsumen terhadap hidangan Lebaran tanpa santan diprediksi akan melonjak tajam.
Berdasarkan pengamatan pasar, kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat menjadi motor utama perubahan tren ini. Peluang inilah yang kini mulai dilirik oleh para pelaku usaha katering dan UMKM kuliner untuk menawarkan variasi menu yang lebih ringan namun tetap memiliki nilai jual tinggi.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Jalur Perdagangan Emas Global Mulai Terganggu
Diversifikasi Menu sebagai Strategi Bisnis
Beberapa menu yang diproyeksikan menjadi primadona dalam paket hantaran atau katering Lebaran tahun ini meliputi olahan protein yang kaya rempah. Sebut saja Ayam Woku dan Rawon Daging yang menawarkan rasa gurih tanpa ketergantungan pada lemak santan.
Selain itu, menu bakar-bakaran seperti Gurami Bakar dan Sate Kambing Bumbu Kacang juga menjadi opsi premium yang sering dicari untuk acara keluarga besar.
Bagi pelaku bisnis, menawarkan paket "Lebaran Sehat" dengan menyertakan sayur bening atau Sayur Sop terbukti mampu menarik segmen pasar kelas menengah ke atas yang mulai membatasi asupan Kolesterol saat hari raya.
Baca Juga: Membanggakan! Indonesia Masuk Daftar 10 Besar Kuliner Terbaik Dunia Versi TasteAtlas Edisi 2025/2026
Optimasi Bahan Baku dan Keuntungan Margin
Dari sisi operasional, menu non-santan seperti Bakso atau Sup Tulang Sapi memberikan keuntungan tersendiri dalam hal ketahanan pangan.
Berbeda dengan masakan bersantan yang cenderung cepat basi (asam), hidangan berbasis kaldu tipis lebih mudah dikelola untuk pengiriman jarak jauh.
“Permintaan menu alternatif meningkat karena konsumen ingin tetap menikmati hidangan spesial tanpa merasa 'berat' setelah sebulan berpuasa,” ungkap analisis tren kuliner menyambut musim mudik 1447 H.
Baca Juga: Tembus Rp 17.000! Rupiah Anjlok ke Rp 17.015 per Dolar AS di Tengah Tekanan Global
Dengan strategi pemasaran yang tepat melalui media sosial, para pengusaha kuliner dapat memanfaatkan 12 referensi menu populer—termasuk Udang Saus Tiram dan Semur Daging Tahu—sebagai daya tarik utama katalog Idulfitri mereka.
Editor : Hany Akasah