RADAR SURABAYA BISNIS – Tren ekonomi kreatif di tahun 2026 menunjukkan peningkatan signifikan pada sektor bisnis berbasis rumah tangga.
Banyak Ibu Rumah Tangga (IRT) kini mulai melirik peluang usaha yang bisa dijalankan tanpa harus meninggalkan kewajiban domestik.
Memanfaatkan keterampilan hobi, seperti memasak bolu atau membuat kerajinan tangan, terbukti mampu menjadi sumber pendapatan tambahan yang menjanjikan.
Baca Juga: Target Ekonomi 5,4%, Airlangga Hartarto Beberkan Strategi Mulai dari Stimulus Lebaran hingga Coretax
Berdasarkan analisis peluang pasar, bisnis kuliner tetap menjadi primadona. Usaha katering rumahan atau penjualan kue basah, seperti Bolu Pandan dan Bolu Sarang Semut, dapat dimulai dengan modal yang relatif terjangkau, berkisar antara Rp200.000 hingga Rp500.000.
Fleksibilitas dalam menentukan sistem pre-order (PO) membuat bisnis ini minim risiko kerugian akibat bahan baku yang terbuang.
Selain kuliner, model bisnis reseller dan dropshipper menjadi pilihan utama bagi mereka yang memiliki keterbatasan ruang penyimpanan.
Baca Juga: Pengusaha Optimistis Ekspor Furnitur Tembus USD 6 Miliar
Keunggulan utamanya adalah pelaku usaha tidak perlu menyetok barang dan bisa menjalankan operasional sepenuhnya secara digital melalui ponsel pintar.
Bagi mereka yang memiliki ketertarikan di bidang seni, usaha kerajinan tangan juga memiliki ceruk pasar tersendiri. Dengan memanfaatkan bahan sederhana atau barang bekas, kreativitas diolah menjadi produk unik yang bernilai ekonomi tinggi.
Kunci keberhasilan dari bisnis-bisnis ini terletak pada konsistensi promosi di media sosial dan menjaga kualitas produk agar tetap kompetitif di pasar lokal.
Baca Juga: Wamendag Roro Ungkap Biang Kerok Tingginya Harga Cabai
Editor : Hany Akasah