Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Ini Resiko Berangkat Umrah Ditengah Perang Iran, Ribuan Jemaah Jatim Masih di Tanah Suci

Hany Akasah • Rabu, 4 Maret 2026 | 12:46 WIB

PERANG: Meski belum ada gangguan signifikan, Kemenhaj Jatim tetap mengimbau calon jemaah dan biro travel untuk mempertimbangkan penjadwalan ulang keberangkatan jamaaah Umrah
PERANG: Meski belum ada gangguan signifikan, Kemenhaj Jatim tetap mengimbau calon jemaah dan biro travel untuk mempertimbangkan penjadwalan ulang keberangkatan jamaaah Umrah

radarsurabayabisnis.id - Ketegangan di Timur Tengah akibat serangan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran memicu kekhawatiran luas, termasuk soal Resiko umrah ditengah perang Iran. Situasi geopolitik yang memanas membuat banyak keluarga jemaah di Indonesia cemas terhadap kondisi sanak saudara mereka di Tanah Suci.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Turun Hingga Rp33.000, Berikut Detail Harga Emas di UBS dan Galeri24

Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Timur memastikan seluruh jemaah asal Jatim dalam kondisi aman. Hingga saat ini, aktivitas ibadah umrah di Arab Saudi masih berjalan normal dan tidak ada penutupan layanan.

Ribuan Jemaah Terdata, Sebagian Sudah Kembali

Pelaksana Tugas Kakanwil Kemenhaj Jatim, Mohammad As’adul Anam, menyampaikan bahwa terdapat sekitar 9.400 jemaah umrah asal Jawa Timur yang terdata sejak konflik memanas pada Sabtu (28/2). Namun jumlah tersebut bersifat dinamis karena sebagian jemaah sudah kembali ke Indonesia.

Baca Juga: Seskab Teddy Umumkan THR ASN-TNI/Polri Cair 100 Persen, Swasta Wajib Bayar Penuh Tanpa Cicil

“Data kami ada sekitar 9.400 jemaah, tapi sebagian sudah pulang sehingga angkanya terus bergerak,” ujarnya di Surabaya, Selasa (3/3).

Ia menegaskan, tidak ada jemaah yang tertahan akibat situasi regional tersebut. Penerbangan langsung dari Arab Saudi ke Indonesia masih beroperasi sehingga kepulangan jemaah tetap berjalan.

Penerbangan Masih Beroperasi, Tapi Disarankan Reschedule

Meski belum ada gangguan signifikan, Kemenhaj Jatim tetap mengimbau calon jemaah dan biro travel untuk mempertimbangkan penjadwalan ulang keberangkatan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi Resiko umrah ditengah perang Iran.

Baca Juga: Arab Saudi Stop Impor Telur dan Unggas dari Indonesia, Ini Penyebabnya

Menurut Anam, permintaan reschedule lebih bersifat kehati-hatian mengingat situasi yang berkembang sangat dinamis. Namun di sisi lain, pemerintah Arab Saudi tidak menutup pelaksanaan ibadah umrah.

“Keberangkatan dari Indonesia sementara diminta untuk reschedule karena situasi yang tidak kondusif, tetapi di sana tidak ditutup,” jelasnya.

Saat ini tercatat sekitar 2.100 calon jemaah dijadwalkan berangkat. Namun jumlah pasti yang melakukan penundaan masih dalam proses pendataan karena harus berkoordinasi dengan maskapai dan penyelenggara perjalanan.

Pemerintah Minta Jemaah dan Keluarga Tetap Tenang

Kemenhaj juga mengimbau jemaah yang berada di Arab Saudi agar terus berkoordinasi dengan ketua rombongan serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan ART Indonesia–Amerika Perkuat Posisi Ekspor Nasional

Sementara itu, keluarga di tanah air diminta tidak panik dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Pemerintah melalui Kantor Urusan Haji di Arab Saudi terus memantau situasi dan memastikan keselamatan warga negara Indonesia.

Baca Juga: Bikin Lahap dan Ibadah Maksimal, Jemaah Antusias Beras Indonesia Bisa Diekspor ke Tanah Suci

Hingga kini, belum ada laporan jemaah asal Jawa Timur yang terdampak langsung akibat konflik tersebut. Meski isu Resiko umrah ditengah perang Iran menjadi perhatian publik, pemerintah memastikan kondisi jemaah tetap aman dan terkendali.

Editor : Hany Akasah
#ibadah umrah #perang timur tengah meluas #perang Iran AS Israel