Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

RI Puncaki Produksi Nanas Global, Potensi Ekspor dan Hilirisasi Semakin Manis

Hany Akasah • Rabu, 4 Maret 2026 | 10:39 WIB

ILUSTRASI: Nanas segar hasil perkebunan Indonesia.
ILUSTRASI: Nanas segar hasil perkebunan Indonesia.

RADAR SURABAYA BISNIS – Indonesia resmi mengukuhkan posisinya sebagai produsen nanas terbesar di dunia. 

Dengan angka produksi mencapai lebih dari 3,2 juta ton per tahun, sektor hortikultura nasional kini berhasil melampaui dominasi negara-negara produsen tradisional di Asia, Afrika, hingga Amerika Latin.

Dominasi ini menjadi sinyal kuat bagi ketahanan pangan sekaligus peluang besar di pasar ekspor. 

Selain keunggulan kuantitas, kualitas nanas Indonesia juga didukung oleh kandungan nutrisi tinggi yang menjadi nilai tambah di mata konsumen global yang mulai sadar akan gaya hidup sehat.

Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Prof. Ahmad Sulaeman, menegaskan bahwa nanas bukan sekadar komoditas meja makan. 

Buah bernama latin Ananas comosus ini memiliki kandungan enzim bromelain yang bersifat antiinflamasi, sangat efektif untuk membantu pemulihan cedera serta meredakan nyeri sendi dan asam urat.

"Kandungan vitamin C yang tinggi membantu meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus berfungsi sebagai antioksidan," ujar Prof. Ahmad dikutip dari laman resmi IPB University.

Dari sisi bisnis, melimpahnya produksi ini membuka peluang lebar bagi industri pengolahan. Nanas tidak hanya potensial diekspor dalam bentuk buah segar, tetapi juga produk turunan seperti jus, salad, hingga bahan masakan. 

Strategi peningkatan konsumsi buah lokal kini menjadi fokus utama untuk mendorong serapan pasar domestik di tengah tren gaya hidup sehat masyarakat.

Dengan sinergi antara kualitas medis dan kuantitas produksi, nanas Indonesia diprediksi akan terus menjadi pemain utama dalam perdagangan hortikultura internasional.

Editor : Hany Akasah
#enzim #nanas #ekspor #ipb #kesehatan