RADAR SURABAYA BISNIS – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja sektor pariwisata Indonesia tetap menunjukkan tren positif pada pembukaan tahun 2026.
Berdasarkan data terbaru, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui pintu masuk utama mencapai 1.014.397 kunjungan sepanjang Januari 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa meskipun angka ini mengalami penurunan secara bulanan (month-to-month) sebesar 17,06% dibanding Desember 2025, hal tersebut merupakan pola normalisasi musiman pasca-libur akhir tahun.
Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year), angka kunjungan Januari 2026 tumbuh sebesar 1,1% dari posisi Januari 2025 yang tercatat sebanyak 1.003.237 orang.
"Kondisi ini menunjukkan kinerja sektor pariwisata Indonesia masih berada dalam tren pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan," ujar Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Dilihat dari negara asal, Malaysia menempati urutan pertama dengan kontribusi 150.500 kunjungan atau sekitar 14,8% dari total wisman.
Posisi kedua disusul oleh Australia sebanyak 145.900 kunjungan (14,4%), dan Tiongkok di posisi ketiga dengan 105.300 kunjungan (10,4%).
Menariknya, meskipun kunjungan dari Malaysia dan Australia mengalami penurunan bulanan, wisman asal Tiongkok justru mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 11,31% dibandingkan Desember 2025.
Pintu masuk utama masih didominasi melalui jalur udara, di mana Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menyerap hampir separuh dari total wisman.
Tercatat sebanyak 500.121 wisman masuk melalui Bali, diikuti oleh Bandara Soekarno-Hatta (212.826 kunjungan) dan Bandara Hang Nadim, Batam (124.205 kunjungan).
Data yang dirilis saat ini masih berbasis data imigrasi di pintu masuk utama. BPS menyatakan akan segera mengumumkan angka total keseluruhan setelah data Mobile Positioning Data (MPD) dari wilayah perbatasan tersedia.
Editor : Hany Akasah