Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kasta Takjil Versi Menkes Budi Gunadi: Kurma Juara, Gorengan Paling Bawah!

Hany Akasah • Rabu, 25 Februari 2026 | 13:07 WIB

KHAS: Menjelang bulan puasa, BPS mencatat impor kurma mengalami kenaikan yang cukup tajam.
KHAS: Menjelang bulan puasa, BPS mencatat impor kurma mengalami kenaikan yang cukup tajam.

RADAR SURABAYA BISNIS – Pernyataan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengenai pemeringkatan atau "kasta" takjil berpotensi memicu pergeseran perilaku konsumsi masyarakat pada Ramadan 2026. 

Dalam unggahan video terbarunya, Menkes secara gamblang menempatkan kurma di kasta tertinggi (A), sementara gorengan berada di posisi paling bawah (D).

Secara ekonomi, kategori ini bukan sekadar saran kesehatan, melainkan sinyal bagi para pelaku bisnis kuliner, khususnya UMKM, untuk mulai melirik ceruk pasar makanan sehat yang diprediksi akan semakin meningkat permintaannya.

Menkes menetapkan kurma sebagai pilihan terbaik (Peringkat A) karena kandungan gula alami dan serat yang tinggi. 

Di sisi lain, kolak pisang masuk kategori B (cukup sehat), disusul es buah dan biji salak di kategori C yang dinilai kurang ideal karena tingginya kandungan tepung dan gula tambahan.

"Sudah tahu kan urutannya seperti apa? Jadi kalian tetap mau makan yang ini atau beralih ke yang ini?" ujar Menkes dalam video tersebut sembari membandingkan pilihan takjil.

Bagi pelaku usaha, kategori B dan C tetap memiliki pasar yang kuat, namun diperlukan inovasi produk—seperti penggunaan pemanis rendah kalori atau penambahan serat—agar tetap kompetitif di tengah meningkatnya kesadaran kesehatan masyarakat (Health-Conscious Consumers).

Gorengan dan kue basah tradisional seperti selendang mayang ditempatkan di kategori D atau paling tidak sehat karena dominasi tepung dan minyak goreng. 

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi sektor ekonomi mikro, mengingat gorengan selama ini menjadi komoditas takjil paling populer dengan perputaran uang mencapai miliaran rupiah selama bulan Ramadan.

Sentimen negatif terhadap makanan tinggi lemak dan gorengan dari otoritas kesehatan bisa mendorong konsumen beralih ke alternatif yang lebih ringan, menciptakan ruang pertumbuhan bagi bisnis healthy snack dan buah-buahan segar.

Editor : Hany Akasah
#gorengan #takjil #hidup sehat #menkes budi gunadi #kurma