radarsurabayabisnis.id - Inovasi kuliner Surabaya kembali menarik perhatian. Kali ini, sajian unik bertajuk rujak manis kurma Surabaya hadir sebagai perpaduan cita rasa Nusantara dan Timur Tengah. Kreasi ini diperkenalkan oleh Executive Chef Hotel Java Paragon Surabaya, Randy Unggul.
Konsep rujak manis kurma ini memadukan kekayaan rasa Indonesia dengan sentuhan khas Timur Tengah. Namun, karakter lokal tetap menjadi kekuatan utama dalam sajian tersebut.
“Konsepnya mix antara Indonesia dan Timur Tengah, tapi lebih ditonjolkan ke Indonesia. Jadi rujak manis berbahan dasar kurma, namun sausnya tetap seperti rujak pada umumnya, hanya saja menggunakan topping kurma,” ujar Randy, Selasa (24/2).
Menurutnya, komposisi saus rujak kurma tidak jauh berbeda dengan rujak tradisional Nusantara. Bahan-bahan seperti gula Jawa, asem, cabai, dan bawang putih tetap dipertahankan. Perbedaannya terletak pada penggunaan kacang mete sebagai pengganti kacang tanah, serta tambahan kurma premium.
Baca Juga: Harga Emas Antam Tembus Rp 3,068 Juta per Gram, Naik Rp 40 Ribu Hari Ini
Untuk menjaga kualitas rasa, pihak hotel memilih kurma Tunisia dan Deglet Noor yang dikenal memiliki tekstur legit serta manis alami. Perpaduan kurma tersebut dengan saus pedas-manis khas rujak menciptakan sensasi rasa yang unik, segar, sekaligus berempah.
Randy mengungkapkan, inovasi rujak kurma ini sengaja dihadirkan agar tampil berbeda dari sajian kurma pada umumnya yang identik dengan hidangan manis atau disantap langsung.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman rasa yang berbeda. Biasanya kurma hanya disajikan manis, sekarang kami olah menjadi rujak,” katanya.
Inovasi kuliner Surabaya ini pun mendapat respons positif dari pengunjung. Tomi, salah satu tamu hotel, mengaku baru pertama kali mencicipi rujak kurma.
“Rasanya unik. Ada sensasi legit khas Timur Tengah, tapi tetap ada pedas-manis rujak tradisional. Perpaduannya segar dan tidak membosankan,” tuturnya.
Rujak manis kurma Surabaya ini disajikan sebagai menu pembuka sebelum hidangan utama. Kehadirannya bukan hanya menjadi pembangkit selera, tetapi juga memperkaya ragam kuliner unik di Kota Pahlawan.
Editor : Hany Akasah