RADAR SURABAYA BISNIS – Memasuki Ramadan 2026, fenomena war takjil kembali menjadi motor penggerak ekonomi mikro di berbagai daerah.
Tak sekadar melepas lapar, perilaku konsumsi Gen Z terhadap menu buka puasa kini bergeser menjadi tren gaya hidup yang membuka peluang bisnis menggiurkan bagi para pelaku UMKM kuliner.
Berdasarkan pantauan tren pasar terkini, preferensi Gen Z terhadap menu takjil tidak lagi hanya soal rasa kenyang, melainkan faktor mood booster dan nilai estetika konten (Instagramable).
Pelaku usaha yang mampu membaca menu valid versi generasi ini berpotensi meraup keuntungan berlipat selama bulan suci.
Kombinasi 'Top-Tier' yang Menguasai Pasar
Salah satu tren yang mendominasi pasar adalah permintaan terhadap kombinasi rasa kontras. Combo maut antara gorengan renyah dengan minuman manis-dingin seperti Es Pisang Ijo atau Es Buah menjadi primadona yang paling dicari.
"Kombinasi gurihnya gorengan ketemu dinginnya es pisang ijo itu adalah sebuah top-tier kombo yang nggak bisa didebat," ungkap Abi Rabsanjani, salah seorang penikmat takjil saat ditemui di kawasan sentra kuliner, Senin (23/2/2026).
Bagi pelaku bisnis, hal ini menandakan pentingnya strategi bundling produk. Menjual paket gorengan dengan minuman segar dalam satu harga kompetitif bisa menjadi strategi jitu untuk meningkatkan volume penjualan harian.
Peluang Takjil Sehat dan Higienis
Selain rasa, aspek kesehatan mulai menjadi perhatian serius konsumen muda.
Adanya kesadaran untuk memilih gorengan yang tidak terlalu berminyak dan memulai buka puasa dengan air putih sebelum menyantap minuman manis, membuka celah bisnis baru.
Pelaku UMKM yang menawarkan produk dengan label "less oil", menggunakan bahan baku segar, serta kemasan yang bersih diprediksi akan memiliki loyalitas pelanggan yang lebih tinggi di tengah persaingan "war takjil" yang semakin ketat.
Digitalisasi dan 'Vibes' Media Sosial
Keberhasilan bisnis takjil di tahun 2026 juga sangat bergantung pada narasi di media sosial.
Strategi pemasaran yang menonjolkan visual menarik dan keterlibatan dalam tren war takjil di platform seperti TikTok dan Instagram terbukti efektif menarik minat pembeli dari kalangan Gen Z yang haus akan pengalaman kuliner unik.
Editor : Hany Akasah