Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Tak Berhenti Saat Puasa, Begini Cara BGN Salurkan Makan Bergizi untuk 60 Juta Orang

Hany Akasah • Senin, 16 Februari 2026 | 10:47 WIB
MINUM SUSU: Tiga siswa SD di Surabaya tertawa bahagia setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) beberapa waktu lalu.
MINUM SUSU: Tiga siswa SD di Surabaya tertawa bahagia setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) beberapa waktu lalu.

RADAR SURABAYA BISNIS – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mengumumkan keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan 2026. 

Langkah ini tidak hanya menjadi upaya pemenuhan gizi nasional, tetapi juga penggerak roda ekonomi lokal melalui aktivasi puluhan ribu unit dapur di seluruh Indonesia.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa operasional MBG akan menyesuaikan kondisi penerima manfaat melalui empat skema distribusi. Strategi ini dirancang untuk memastikan target intervensi stunting tetap berjalan tanpa mengganggu ibadah puasa.

Skala Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja

Secara bisnis, program ini melibatkan skala logistik yang masif. Berdasarkan data BGN per 6 Februari 2026, terdapat 22.734 unit dapur MBG yang akan beroperasi penuh. 

Proyeksi ini didukung oleh penyerapan tenaga kerja sebanyak 975.411 orang, yang mayoritas merupakan tenaga lokal di sekitar titik distribusi.

Keberlangsungan program di bulan Ramadhan diprediksi akan menjaga stabilitas permintaan komoditas pangan di pasar. 

BGN mengalokasikan kebutuhan pangan mulai dari sumber protein seperti telur dan susu, hingga produk UMKM lokal berupa kue tradisional seperti kue lumpur, klepon, dan pukis.

Empat Skema Penyaluran

Untuk menjangkau 60.154.640 penerima manfaat, BGN menerapkan mekanisme berikut:

1. Skema Take-home: Makanan tahan lama yang dapat dikonsumsi saat berbuka puasa.

2. Operasional Normal: Berlaku bagi sekolah di wilayah mayoritas non-muslim serta ibu hamil, menyusui, dan balita.

3. Penyesuaian Waktu: Penyaluran di pesantren digeser ke waktu berbuka puasa.

4. Fleksibilitas Menu: Jika permintaan komoditas tertentu berlebih, menu akan dialihkan ke jenis makanan lain untuk menjaga stabilitas harga.

"Untuk Ramadhan, Makan Bergizi Gratis akan tetap berlanjut. Jadi ada empat mekanisme yang akan kita kembangkan," ujar Dadan Hindayana dalam keterangannya.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak ganda: memastikan kecukupan gizi nasional sekaligus memberikan kepastian pasar bagi produsen pangan lokal di tengah fluktuasi ekonomi bulan suci.

Editor : Hany Akasah
#Mbg #ramadhan #BGN #dapur MBG #Makan Bergizi Gratis