RADAR SURABAYA BISNIS – Memasuki bulan suci Ramadan 2026, antusiasme masyarakat dalam berbelanja kebutuhan musiman diprediksi akan meningkat tajam.
Fenomena ini sering kali disebut sebagai "musim panen" bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, bagi pemula yang ingin terjun ke dunia bisnis, pemilihan jenis usaha dengan perputaran uang yang cepat menjadi kunci utama menjaga arus kas tetap sehat.
Berikut adalah rincian 6 ide bisnis potensial untuk Ramadan 2026 yang dirangkum berdasarkan besaran modal dan kecepatan balik modal.
1. Jualan Takjil & Minuman Segar
Menempati posisi teratas sebagai usaha paling laris. Dengan modal Rp300 ribu hingga Rp1 juta, pelaku usaha dapat menjual gorengan atau minuman segar seperti es kuwut dengan estimasi balik modal hanya dalam 1–3 hari.
2. Jualan Kurma dan Produk Ramadan
Usaha yang cenderung stabil dan minim risiko. Menjual kurma ajwa, sukkari, hingga bahan kolang-kaling tetap menjadi primadona sepanjang bulan suci.
3. Jualan Menu Sahur Siap Santap
Solusi praktis bagi masyarakat perkotaan. Menu seperti nasi ayam atau lauk matang memiliki potensi repeat order yang tinggi dengan estimasi balik modal dalam hitungan satu minggu.
4. Makanan Frozen Skala Rumahan
Bisnis yang relatif aman karena produk tidak cepat basi. Produk seperti nugget homemade atau dimsum frozen cocok bagi pemula yang ingin bermain aman tanpa tekanan stok harian.
Baca Juga: Rekomendasi Kulkas Sharp Hemat Listrik Terbaik yang Awet, Stylish, dan Canggih
5. Kue Kering Sistem Pre-Order (PO)
Strategi jualan tanpa risiko modal tertahan. Dengan sistem DP (uang muka), pengusaha bisa memproduksi nastar hingga kastengel sesuai jumlah pesanan yang masuk.
6. Hampers Ramadan Sederhana
Bisnis kekinian yang mengandalkan kreativitas kemasan. Isi hampers bisa berupa kurma premium hingga alat ibadah dengan target pasar milenial dan Gen Z.
Untuk memastikan keberlanjutan bisnis, para ahli menyarankan kombinasi strategi pemasaran fisik dan digital.
Optimalisasi lokasi strategis untuk jualan offline serta penggunaan status WhatsApp dan grup komunitas lokal dianggap sebagai cara paling efektif untuk menjangkau konsumen secara cepat.
Editor : Hany Akasah