RADAR SURABAYA BISNIS – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa pengelolaan sampah yang tuntas merupakan investasi krusial bagi daya saing bisnis pariwisata nasional.
Hal ini merespons arahan Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan kebersihan lingkungan sebagai agenda prioritas nasional guna menjaga citra Indonesia di mata internasional.
Dalam kegiatan Aksi Bersih Sampah Laut di Pantai Kedonganan, Bali, Jumat (6/2/2026), Menpar Widiyanti menyampaikan bahwa kebersihan bukan sekadar urusan teknis, melainkan fondasi bagi pembangunan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
"Bali adalah permata pariwisata Indonesia. Wajah pariwisata kita di mata dunia sangat lekat dengan Bali. Karena itu, kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama untuk meningkatkan daya saing kita," ujar Widiyanti.
Langkah ini diambil setelah Presiden Prabowo Subianto menyoroti keluhan dari pemimpin dunia mengenai kondisi kebersihan di destinasi wisata unggulan.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah menginisiasi program Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dan Gerakan Wisata Bersih.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kini mendorong kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku industri, komunitas, hingga media.
Kemenpar meyakini bahwa destinasi yang bersih akan secara langsung berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan karena menghapus keraguan wisatawan mancanegara untuk berkunjung.
Dengan menguatnya reputasi global maka juga akan memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi ramah lingkungan. Serta peluang kerja baru pada pengembangan sektor pengolahan sampah dan jasa pariwisata berbasis lingkungan.
Menpar Widiyanti juga menekankan agar kebersihan menjadi budaya sehari-hari para pelaku industri, bukan sekadar kegiatan seremonial.
"Pariwisata yang berkualitas hanya tumbuh di lingkungan yang bersih, tertata, dan terawat," pungkasnya.
Editor : Hany Akasah