Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Transaksi Unik Pakai Uang Dobog! Kuliner Gresik Zaman Kerajaan Giri Ini Ludes Kurang dari 2 Jam

Hany Akasah • Selasa, 10 Februari 2026 | 14:00 WIB

LUDES : Unik 120 jenis panganan dan jajanan khas Gresik era Kerajaab Giri diserbu warga. (Fajar/Radar Gresik)
LUDES : Unik 120 jenis panganan dan jajanan khas Gresik era Kerajaab Giri diserbu warga. (Fajar/Radar Gresik)

radarsurabayabisnis.id - Gang sempit di Kampung Kajen, Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Gresik, mendadak berubah menjadi lautan manusia pada Minggu pagi. Ribuan warga memadati Pasar Panganan Giri Biyen untuk berburu jajanan tradisional peninggalan masa Kerajaan Giri dan Sunan Giri.

Sebanyak 120 jenis panganan yang dijajakan di 43 stan habis terjual dalam waktu kurang dari dua jam. Sejak pagi buta, pengunjung sudah mulai berdatangan demi mendapatkan kuliner favorit mereka.

Baca Juga: Tempati Lahan 9,5 Hektar, Lokasi Sekolah Rakyat di Sidoarjo Bakal Terintegrasi Kampus ITS

Sistem Transaksi Unik Pakai Uang Dobog

Nuansa tempo dulu terasa kental di pasar ini. Selain berlokasi di kawasan bersejarah, sistem pembayarannya juga dibuat berbeda dari pasar pada umumnya.

Pengunjung diwajibkan menukar uang rupiah dengan uang dobog, koin berlubang khas zaman dahulu. Namun panitia tetap menyediakan layanan pembayaran rupiah bagi pengunjung yang kehabisan koin.

Baca Juga: Sound Horeg 1 Ton Tenggelam Bersama 10 Warga yang Asyik joget di Acara Nyadran di Sidoarjo

Ide Pendirian Pasar Giri Biyen

Ketua Pasar Panganan Giri Biyen, Nurul Huda, menjelaskan bahwa kegiatan ini telah digelar untuk ketiga kalinya. Pasar ini lahir dari keinginan warga untuk melestarikan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

“Ada 120 jenis panganan di 43 stan. Tujuannya untuk melestarikan warisan Sunan Giri sekaligus mengangkat UMKM setempat,” ujarnya.

Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, UBS-Galeri24 Kompak Naik Rp 21.000 per Gram, Berikut Daftar Lengkapnya

Macam Jajanan di Pasar Giri Biyen

Pencetus ide kegiatan, Muhammad Ma’arif, merinci sejumlah menu langka yang menjadi primadona pengunjung. Di antaranya Kupat Ketek berbahan ketan, Bubur Masen, Sego Roomo, hingga Nasi Bukhori khas Kampung Kajen.

Kupat Ketek bahkan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Meski tergolong makanan lawas, jajanan ini tetap diminati karena cita rasanya yang khas dan harga yang terjangkau, mulai Rp2 ribu hingga Rp10 ribu.

Baca Juga: Laba BTN Melesat di 2025, Tembus Rp 3,5 Triliun

Nuansa Nostalgia di Tengah Kampung

Suasana pasar semakin hidup dengan pengunjung yang makan lesehan di sepanjang jalan kampung. Mainan tradisional seperti kapal-kapalan otok-otok juga turut dijajakan.

Kondisi tersebut membuat suasana pasar serasa kembali ke masa lalu, penuh keakraban dan kesederhanaan.

Baca Juga: Survei BI Sebut Konsumen Makin Yakin terhadap Kondisi Ekonomi

Daya Tarik Pengunjung Luar Daerah

Kepopuleran Pasar Giri Biyen tidak hanya menarik warga Gresik, tetapi juga pengunjung dari daerah sekitar seperti Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, dan Lamongan.

Salah satu pengunjung, Rani, mengaku rela datang sejak pagi demi mencicipi kuliner khas Giri. Ia bahkan memborong beberapa menu untuk dibawa pulang.

Melalui Pasar Giri Biyen, kuliner peninggalan Kerajaan Giri tidak hanya dikenang, tetapi juga terus dilestarikan sebagai identitas budaya dan penggerak ekonomi masyarakat.

Editor : Hany Akasah
#kuliner Gresik #Wisata Gresik #Sunan Giri Gresik #kuliner jadul