radarsurabayabisnis.id - Euforia pembukaan alun-alun baru Sidoarjo sangat semarak. Ribuan pengunjung yang memadati kawasan tersebut sejak dibuka kembali pada Minggu (1/2) membuat sistem parkir di sekitar penuh.
Antusiasme warga yang ingin menikmati wajah baru alun-alun ini jauh melampaui prediksi. Akibatnya, kantong parkir yang disediakan pemerintah daerah tak mampu lagi menampung kendaraan pengunjung, terutama saat sore hingga malam hari.
Kepala Dishub Sidoarjo, Budi Basuki, mengakui keterbatasan lahan parkir akan segera ditangani sebelum menimbulkan kemacetan parah.
“Hasil evaluasi kami, kemacetan di sekitar alun-alun baru Sidoarjo bukan karena arus lalu lintas, tapi karena parkir yang tidak tertampung,” tegas Budi, Senin (2/2).
Dishub Sidoarjo kini bergerak cepat. Sejumlah lahan milik instansi pemerintah di sekitar alun-alun disiapkan sebagai kantong parkir darurat. Lokasi yang dibidik antara lain halaman Sekretariat DPRD Sidoarjo, lahan kosong di depan Kantor Disporapar, hingga area Sekretariat Daerah (Setda) Sidoarjo.
Langkah ini diambil menyusul lonjakan ekstrem pengunjung yang paling terasa saat akhir pekan. Sabtu malam hingga Minggu disebut menjadi waktu paling rawan kepadatan kendaraan.
“Kalau mengandalkan parkir yang ada sekarang, jelas tidak akan cukup. Saat weekend itu sudah tidak mampu lagi,” ungkapnya.
Meski Dishub memastikan kondisi lalu lintas masih relatif terkendali, persoalan parkir kini menjadi PR besar seiring makin populernya alun-alun baru Sidoarjo sebagai destinasi favorit warga.
Jika tak segera ditangani, kawasan yang digadang-gadang menjadi ikon baru kebanggaan Sidoarjo ini dikhawatirkan justru berubah menjadi titik kemacetan baru di pusat kota.(han)
Editor : Hany Akasah