Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Gairahkan Industri Pangan Lokal, Mi Bebas Gluten Berbasis Sorgum Jadi Alternatif Pengganti Gandum Impor

Hany Akasah • Minggu, 1 Februari 2026 | 19:25 WIB
SORGUM: Industri pangan mulai melirik sorgum sebagai solusi cerdas pengganti gandum impor.
SORGUM: Industri pangan mulai melirik sorgum sebagai solusi cerdas pengganti gandum impor.

RADAR SURABAYA BISNIS – Ketergantungan industri makanan dan minuman nasional terhadap gandum impor yang masih tinggi membuka celah peluang bisnis baru yang menjanjikan. 

Komoditas sorgum lokal kini mulai dilirik serius oleh sektor swasta sebagai bahan baku alternatif untuk produk mi dan pasta, didorong oleh tren permintaan pasar akan produk sehat dan bebas gluten (gluten-free).

Pergeseran ini bukan tanpa alasan. Tingginya konsumsi produk turunan tepung terigu seperti mi dan roti di Indonesia menghadapi tantangan suplai bahan baku, mengingat gandum tidak dapat tumbuh optimal di iklim tropis. Kondisi ini memaksa industri terus bergantung pada impor.

Menjawab tantangan tersebut, pengembangan produk hilirisasi berbahan dasar sorgum—tanaman yang dikenal tahan cuaca ekstrem dan kaya serat—mulai menunjukkan viabilitas komersialnya. 

Teknologi ekstrusi modern kini memungkinkan sorgum diolah menjadi mi dan spageti dengan tekstur yang mampu bersaing dengan produk berbasis gandum.

Validasi pasar terhadap produk ini mulai terlihat. Sejumlah perusahaan swasta telah mengambil langkah strategis untuk mengadopsi teknologi pengolahan sorgum.

Lisan Suryana Putra, perwakilan dari PT Sedana Panen Sejahtera, salah satu pelaku usaha yang bergerak di sektor ini, mengungkapkan optimisme terhadap penerimaan konsumen. Pihaknya telah melakukan uji pasar terhadap produk spageti berbasis sorgum.

"Produk spageti sorgum telah kami coba pasarkan dan mendapat respons positif karena rasanya mirip spageti gandum," ungkap Lisan.

Testimoni ini menjadi sinyal kuat bagi pelaku industri bahwa substitusi bahan baku dari gandum ke sorgum tidak akan mengorbankan selera konsumen, justru memberikan nilai tambah berupa klaim kesehatan (bebas gluten) yang kini banyak dicari pasar kelas menengah atas. 

Daya tarik bisnis sorgum tidak hanya berhenti pada produk mi. Komoditas ini menawarkan potensi pengembangan industri terintegrasi dari hulu ke hilir yang bernilai ekonomi tinggi.

Hens Saputra, seorang pakar teknologi proses pangan, menyoroti bahwa ekosistem bisnis sorgum sangat luas. Selain sektor pangan utama (mi, gula, kecap, tepung), limbah dan produk sampingan sorgum memiliki nilai jual di sektor lain.

Antara lain sektor energi rbarukan biomassa dan bioetanol, sektor agribisnis sebagai pakan ternak berkualitas untuk sapi dan kambing dan industri kreatif/kosmetik sebagai bahan baku produk perawatan kulit seperti face mist.

Dengan diversifikasi produk yang luas ini, pengembangan industri sorgum diharapkan dapat memicu pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah (IKM) baru, membuka lapangan kerja, serta menarik minat investasi yang lebih luas di sektor pangan alternatif nasional yang berkelanjutan.

Editor : Hany Akasah
#sorgum #BRIN #Sorgum Bahan pangan #mie #impor gandum