RADAR SURABAYA BISNIS - Kereta Api Indonesia mencatat 694.123 wisatawan mancanegara (wisman) menggunakan layanan kereta api jarak jauh sepanjang 2025.
Capaian ini disebut sebagai cerminan pertumbuhan pariwisata dan kepercayaan global terhadap transportasi kereta Indonesia.
"Sepanjang periode 2025 sebanyak 694.123 wisatawan mancanegara tercatat bepergian menggunakan kereta api jarak jauh, meningkat 3,7 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 669.226 wisatawan," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba, Senin (12/1/2026).
Dijelaskannya, tren pertumbuhan itu berlangsung konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2023, jumlah wisman yang menggunakan kereta api tercatat 580.995 wisatawan, sementara pada 2022 sebanyak 300.708 wisatawan.
Menurutnya peningkatan berkelanjutan itu menegaskan peran kereta api sebagai moda transportasi utama wisatawan internasional dalam menjangkau berbagai destinasi unggulan di Indonesia.
“Capaian tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong penguatan devisa negara melalui sektor pariwisata, sekaligus mempercepat transformasi menuju mobilitas rendah emisi dan pariwisata berkelanjutan,” lanjutnya.
Anne mengungkapkan, konektivitas antarkota yang terhubung langsung dengan kawasan wisata memperkuat daya saing Indonesia sebagai destinasi global.
Sekaligus memastikan belanja wisatawan mancanegara tersebar ke berbagai daerah.
“Kenaikan jumlah wisatawan mancanegara mencerminkan meningkatnya kepercayaan global terhadap layanan kereta api di Indonesia,” ujarnya.
Anne menuturkan setiap wisman yang menggunakan kereta api tidak hanya melakukan perjalanan, tetapi juga membawa potensi devisa melalui belanja wisata, akomodasi, kuliner, dan produk lokal.
"Di saat yang sama, penggunaan kereta api mendukung perjalanan yang lebih ramah lingkungan, sehingga pariwisata tumbuh tanpa mengorbankan keberlanjutan,” beber Anne.
Secara bulanan, puncak penggunaan layanan kereta api oleh wisman pada 2025 terjadi di Juli dengan 89.526 pelanggan dan Agustus dengan 89.116 pelanggan.
Capaian itu sejalan dengan meningkatnya mobilitas wisata internasional pada musim liburan.
Stasiun-stasiun tersebut menjadi simpul utama perjalanan menuju kawasan wisata budaya, alam, dan perkotaan.
Konektivitas yang disediakan kereta api turut menggerakkan sektor perhotelan, transportasi lanjutan, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif di sekitar stasiun serta destinasi tujuan.
"Rantai aktivitas inilah yang menjadi jalur utama masuknya devisa dan memperkuat struktur ekonomi daerah," jelas Anne. (ara/opi)
10 Stasiun Keberangkatan Wisman tertinggi:
1. Yogyakarta 126.768 wisman
2. Gambir 114.877 wisman
3. Bandung 70.271 wisman
4. Pasar Senen 38.669 wisman
5. Gubeng 31.713 wisman
6. Malang 25.874 wisman
7. Tawang 23.695 wisman
8. Probolinggo 20.540 wisman
9. Pasar Turi 14.798 wisman
10. Solo Balapan 13.566 wisman
Sumber: KAI
Editor : Nofilawati Anisa