RADAR BISNIS SURABAYA – Provinsi Jawa Timur (Jatim) menutup tahun 2025 dengan capaian gemilang di sektor pariwisata.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) periode Januari–September 2025 dan laporan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, provinsi ini resmi menjadi destinasi utama wisatawan nusantara (wisnus) di Indonesia dengan total perjalanan menembus angka 164,12 juta, mengungguli Jawa Barat (158,53 Juta) dan Jawa Tengah (111,33 Juta).
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa performa impresif ini merupakan hasil dari integrasi infrastruktur dan strategi promosi yang masif.
“Alhamdulillah, Jawa Timur tetap menjadi magnet wisatawan. Pergerakan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 saja sudah mencapai 19,8 juta perjalanan,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (6/1).
Baca Juga: Bukan Cuma Perhiasan, Komoditas Emas Putih Ini Siap Jadi Primadona Baru Ekspor Jatim 2026
Dari perspektif ekonomi, lonjakan kunjungan ini didorong oleh konektivitas jalan tol yang memangkas waktu tempuh ke titik-titik pertumbuhan ekonomi baru. Akses Surabaya ke Banyuwangi yang kini hanya memakan waktu 5 jam, serta Surabaya-Malang dalam 1 jam, telah meningkatkan efisiensi logistik pariwisata.
Data menunjukkan tiga besar wilayah penyumbang kunjungan tertinggi di Jawa Timur didominasi oleh sentra urban dan akses transportasi yang matang:
1. Kota Surabaya: 19,27 juta perjalanan (Pusat aktivitas dan mobilitas).
2. Kabupaten Sidoarjo: 11,19 juta perjalanan (Kekuatan kuliner dan UMKM kerajinan).
3. Kabupaten Malang: 10,56 juta perjalanan (Destinasi alam dan wisata buatan).
Baca Juga: Produksi Jagung di Tahun 2025 Bisa Capai 16,11 Juta Ton
Sepanjang periode Nataru 2026, tercatat 10.004.117 orang mengunjungi destinasi wisata di Jatim. Menariknya, terdapat perbedaan preferensi aset wisata antara pasar domestik dan internasional.
Untuk pasar internasional atau wisawatan mancanegara (Wisman) fokus pada adventure & nature. Destinasi favorit meliputi Air Terjun Tumpak Sewu (Lumajang), Kawah Ijen, dan TN Bromo Tengger Semeru. Tercatat 26.035 kunjungan wisman selama periode libur akhir tahun.
Sedangkan pasar domestik atau wisatawan nusantara (Wisnus) lebih cenderung pada family leisure dan ikon daerah seperti Kebun Binatang Surabaya, Telaga Sarangan, hingga Desa Wisata Sidomulyo di Kota Batu.
Baca Juga: Pengusaha Sebut Perputaran Uang Nataru Lebih dari Rp 107,56 Triliun
Pemerintah Provinsi Jatim kini tengah membidik peningkatan belanja wisatawan dengan mendorong paket wisata terintegrasi. Khofifah menyebut pihaknya akan memperkuat kolaborasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
“Ke depan, komitmen kami adalah pengemasan paket wisata yang lebih sistemik. Promosi terarah dan penguatan potensi lokal akan menjadi kunci pertumbuhan berkelanjutan,” tambahnya. (ale/han)