RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah terus mengupayakan peningkatan kunjungan wisata, khususnya turis asing alias wisatawan mancanegara (wisman).
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mempromosikan Raja Ampat sebagai bucket list diving destination ke pasar Australia.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan, sebagai negara dengan biodiversitas laut yang diakui dunia, Indonesia memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan selam internasional.
Pemerintah merancan family trip atau famtrip untuk mempertajam citra Indonesia sebagai destinasi utama wisata bahari, khususnya bagi penyelam profesional dan komunitas bawah laut.
“Minat tinggi diver Australia terhadap spot selam berkualitas menjadi peluang strategis untuk mendorong peningkatan kunjungan wisata bahari ke Indonesia,” ujar Made dikutip, Jumat (5/12).
Ia menyebut kegiatan ini menjadi langkah strategis Kemenpar dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi unggulan dunia, khususnya pada segmen wisata minat khusus.
Wisata bahari, yang menjadi flagship Kementerian Pariwisata, kembali dipromosikan secara intensif untuk memperluas penetrasi ke pasar internasional.
“Famtrip berlangsung pada 26 November–2 Desember 2025 di Raja Ampat, Papua Barat Daya, dan diikuti oleh empat perwakilan industri wisata selam serta underwater photojournalist berpengaruh asal Australia, yaitu Dive Adventures Australia, Diveplanit Travel Pty Ltd, Pro Dive Sydney, dan Nigel Marsh Photography,” urainya.
Made mengungkap, wisatawan Australia merupakan pasar yang sangat potensial.
Berdasarkan data BPS 2024, lebih dari 49 persen atau sekitar 820 ribu wisatawan Australia datang ke Indonesia untuk menikmati keindahan bahari.
“Karena itu, famtrip ini menjadi tindak lanjut program unggulan “Pariwisata Naik Kelas” untuk memperkuat daya saing Indonesia pada pasar maritim global,” sambungnya.
Selama di Raja Ampat, peserta famtrip menyelami berbagai titik ikonik seperti Mioskon, Friwen Wall, Batu Lima, Blue Magic, Sawandarek, Arborek, Manta Sandy, Melissa’s Garden, dan Piaynemo.
Keberagaman titik selam ini menegaskan posisi Raja Ampat sebagai bucket-list diving destination yang tidak hanya menawarkan pengalaman selam kelas dunia, tetapi juga memadukan keberlanjutan, konservasi, serta manfaat langsung bagi masyarakat lokal.
Peserta juga mendapatkan pengalaman budaya dengan mengunjungi suku “Viking Papua” di Desa Wisata Arborek serta menikmati panorama karst Piaynemo yang menjadi ikon wisata bahari Indonesia.
Made menegaskan bahwa famtrip ini menjadi momentum penting untuk memantapkan Indonesia sebagai destinasi selam kelas dunia.
Sekaligus mendukung target 1,8 juta wisatawan Australia, khususnya segmen wisata bahari dan penyelam.
“Mengingat Raja Ampat adalah destinasi premium, aspek keberlanjutan harus menjadi prioritas utama untuk menjaga kualitas dan kelestarian alam bawah lautnya,” ujar Made. (nis/opi)
Editor : Nofilawati Anisa