RADAR SURABAYA BISNIS – Libur dalam rangka Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) tinggal beberapa hari lagi.
Wakil Menteri (Wamen) Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati menyampaikan, pihaknya turut menyiapkan sejumlah agenda untuk menyambut Nataru.
Sesuai target pemerintah, agenda tersebut digelar guna mendukung pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2025 mencapai di atas 5 persen.
"Untuk libur nataru ini, dari Kementerian Pariwisata ada sejumlah agenda yang kami lakukan, di antaranya ada event. Total jumlah event selama Nataru itu ada 244 event yang tersebar di seluruh Indonesia," ungkap Ni Luh dikutip Sabtu (29/11).
Ni Luh merinci event-event tersebut, di antaranya terdiri dari empat event besar yaitu DWP di Bali, dengan target 70 ribu pengunjung.
Kemudian, Yogyakarta Festival di Yogyakarta dengan target 5 ribu pengunjung, Festival Minangkabau dengan target 54 ribu pengunjung, dan Big Bang Festival 2025 di Jakarta dengan target 895 ribu pengunjung.
Selain itu, akan ada 65 paket wisata untuk 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) maupun nondestinasi prioritas.
"Sampai dengan saat ini kami ada travel fair yang akan kami laksanakan untuk periode Desember 2025-Januari 2026," imbuhnya.
Hingga saat ini, pihaknya mengaku masih mengompilasi paket yang terjual sampai Januari 2026.
Adapun untuk menambah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), Ni Luh menuturkan, Indonesia dan Afrika Selatan telah sepakat untuk menerapkan kebijakan bebas visa timbal balik.
"Kami nanti, seperti yang disampaikan oleh Pak Wapres (Gibran Rakabuming) pada saat di G20 di South Africa, nanti akan ada visa gratis juga untuk South Africa dan Indonesia untuk bilateral dua negara ini," katanya.
Kemenpar memproyeksikan pada Desember 2025 ada sebanyak 1,3 juta wisman yang berkunjung ke Indonesia.
Sedangkan untuk wisatawan nusantara, diperkirakan akan terjadi pergerakan sekitar lebih dari 100 juta.
"Sehingga mudah-mudahan di Desember nanti dengan diskon tiket yang diberikan ini, akan benar-benar mendorong pertumbuhan ekonomi kita di kuartal terakhir 2025 ini," pungkas Ni Luh. (ara/opi)
Editor : Nofilawati Anisa