Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kunjungan Wisman ke Jatim Turun, Gresik Catat Hunian Hotel Tertinggi

Mus Purmadani • Sabtu, 8 November 2025 | 03:55 WIB
NAIK KUDA: Kawasan Gunung Bromo menjadi salah satu destinasi andalan di industri pariwisata Jawa Timur.
NAIK KUDA: Kawasan Gunung Bromo menjadi salah satu destinasi andalan di industri pariwisata Jawa Timur.

RADAR SURABAYA BISNIS – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jawa Timur melalui pintu masuk Bandara Internasional Juanda pada September 2025 mencapai 32.664 kunjungan.

Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan bulan Agustus 2025, namun masih menunjukkan kenaikan 3,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat 31.700 kunjungan.

Kepala BPS Jawa Timur Zulkipli menjelaskan, tren kenaikan secara tahunan ini menjadi indikasi positif pemulihan sektor pariwisata pascapandemi, meski secara bulanan masih fluktuatif.

“Dibandingkan September tahun lalu, jumlah wisman ke Jawa Timur meningkat 3,04 persen. Namun secara bulanan, terjadi penurunan karena faktor musiman dan penyesuaian jadwal penerbangan internasional,” ujarnya, Jumat (7/11/2025).

Selain kunjungan wisatawan asing, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) juga menjadi perhatian.

Selama periode Januari–September 2025, jumlah perjalanan wisnus tujuan Jawa Timur tercatat 164,12 juta perjalanan, atau turun 0,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Sementara itu, perjalanan wisnus asal Jawa Timur mencapai 153,45 juta perjalanan, turun 1,22 persen secara tahunan (c-to-c).

Zulkipli menambahkan, penurunan ini salah satunya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan dinamika harga transportasi antardaerah.

Dari sisi akomodasi, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jawa Timur menunjukkan variasi.

Pada September 2025, hotel bintang 2 mencatat TPK tertinggi sebesar 54,01 persen, mengungguli hotel bintang lainnya.

Sementara itu, Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) asing di hotel berbintang mencapai 1,65 malam, dan RLMT keseluruhan (tamu asing dan domestik) sebesar 1,43 hari.

Menariknya, Kabupaten Gresik mencatat TPK hotel bintang tertinggi di Jawa Timur sebesar 67,92 persen, sedangkan Kabupaten Magetan menjadi daerah dengan TPK terendah, yaitu 24,74 persen.

“Data ini menunjukkan aktivitas pariwisata di Jawa Timur mulai bergerak ke arah positif, terutama di wilayah industri seperti Gresik yang kerap dikunjungi untuk keperluan bisnis maupun MICE,” kata Zulkipli. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#Wisnus #radar surabaya bisnis #magetan #tingkat penghunian kamar #wisman #perjalanan #gresik #kunjungan