RADAR SURABAYA BISNIS - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memberikan kesempatan bagi pelaku usaha kuliner untuk naik kelas melalui pengembangan kualitas produk serta perluasan akses pasar dan pembiayaan.
Tahun ini, sebanyak 48 pelaku usaha berhasil lolos tahap kurasi dan berhak mengikuti pendampingan.
“Food Startup Indonesia adalah program yang mendorong pelaku UKM naik kelas, dari usaha kecil menjadi menengah, dan dari menengah menjadi besar melalui dua aspek utama, yakni pengembangan pasar atau produk dan pembiayaan,” ujar Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani, Jumat (31/10/2025).
Selama tiga hari kegiatan, para peserta mendapatkan bimbingan dari mentor profesional yang berpengalaman di industri kuliner, mencakup pengelolaan bisnis, strategi pengembangan produk, hingga peningkatan daya saing.
Dari seluruh peserta, terpilih 10 finalis yang mendapatkan kesempatan melakukan final pitching di hadapan calon investor, pakar industri, jaringan pasar internasional, serta mitra strategis lainnya.
Melalui keseluruhan rangkaian kegiatan, para peserta diharapkan dapat memaksimalkan potensi permodalan dan kolaborasi lintas sektor untuk membuka peluang kerja sama dalam mendorong pertumbuhan bisnis.
Pada akhirnya, program ini diharapkan turut memperkuat ekosistem wisata kuliner sebagai daya tarik wisata yang berkelanjutan.
“Melalui program ini kami juga ingin menanamkan jiwa entrepreneurship kepada para peserta. Para mentor akan berbagi strategi pengembangan usaha melalui inovasi sekaligus membekali peserta dengan kemampuan menghadapi tantangan di masa depan,” ujar Rizki.
Selain memperluas jaringan pasar dan akses pembiayaan, Rizki juga menekankan pentingnya kekuatan narasi atau storytelling dalam produk kuliner.
Menurutnya, kekuatan cerita di balik produk mampu memperkuat daya tarik emosional konsumen terhadap kuliner lokal.
“Kita tahu bahwa gastronomi merupakan salah satu pilar penting sektor pariwisata, yang didukung kekayaan cita rasa, keragaman bahan lokal, dan narasi budaya. Karena itu, ke depan kita akan terus mengaitkan produk kuliner dengan karakter dan cerita budaya lokal,” pungkasnya. (nis/opi).
Editor : Nofilawati Anisa