RADAR SURABAYA BISNIS - Donat saat ini tengah naik daun di kalangan pecinta camilan.
Setelah sempat ramai dibicarakan karena donat ala artis Pinkan Mambo, di Surabaya terdapat kreasi donat khas Jepang dengan menggunakan buah labu sebagai bahan utamanya yang mencuri perhatian.
Nichi Donut hadir menawarkan sensasi berbeda dengan kebanyakan donat yang ada di Surabaya, lewat olahan donat berbahan dasar buah yang populer saat perayaan Halloween tersebut.
Donat tersebut ia beri nama Japanese Pumpkin Donut.
Pemilik Nichi Donut, Jessica Hartono, mengungkapkan bahwa ide membuat donat labu ini terinspirasi dari tren makanan sehat di Jepang yang menggunakan bahan alami.
“Di Jepang banyak makanan yang menggunakan bahan-bahan alami atau natural atau ingredients sebagai bahan dasarnya, termasuk donat. Saya ingin mengangkat ide itu tapi menyesuaikannya dengan selera orang Indonesia,” tutur Jessica saat ditemui di tenannya yang berada di food court Pakuwon Trade Center (PTC), Surabaya, Jumat (1/8/2025).
Tak seperti donat kentang yang umum dijumpai di Indonesia, donat labu buatan Jessica memiliki tekstur yang lebih lembut dan basah.
“Labu kan kandungan airnya lebih tinggi dari kentang, jadi hasil akhirnya lebih moist. Selain itu, rasa manisnya juga alami dari buah labunya sendiri, jadi kami tidak banyak menambahkan gula,” jelasnya.
Selain itu, tepung yang digunakan sebagai bahannya juga berasal dari Jepang untuk menghasilkan tekstur yang lebih halus.
“Tepung Jepang ini sudah banyak dijual di Indonesia, jadi tidak sulit didapatkan. Bedanya terasa lebih lembut, lebih ringan dan tidak terlalu padat,” tambahnya.
Ada dua jenis yangdisajikan, yakni donat klasik dengan lubang di tengah dan bomboloni, yaitu donat tanpa lubang yang diisi fresh cream.
Total ada 16 varian rasa yang bisa dipilih, mulai dari rasa klasik seperti cokelat, keju, dan gula halus, hingga varian khas Indonesia seperti abon ayam dengan sentuhan nori agar tetap beraroma Jepang.
“Untuk anak-anak, kami juga buat topping lucu-lucu supaya lebih menarik. Tapi yang paling laris tetap rasa cokelat dan keju,” ujarnya.
Setelah menjadi tren di kalangan artis, Jessica mengatamany bahwa saat akhir pekan, penjualannya bisa menembus 1.000 buah.
“Mungkin karena tren donat lagi naik, ditambah masyarakat juga penasaran karena sebelumnya viral berkat artis,” katanya.
Namun, Jessica menegaskan bahwa donat buatannya berbeda dari donat cair ala Pinkan Mambo.
“Kalau donat Pinkan itu lebih ke adonan encer yang langsung digoreng,” jelasnya.
Ia mematok untuk donat labu ini, mulai dari Rp 12.500 hingga Rp 40.000.
Donat ini juga bisa bertahan hingga empat hari di suhu ruang, atau seminggu jika disimpan di kulkas.
Kebanyakan pelanggan Nichi Donut datang langsung ke lokasi di PTC.
“Kami selalu buat fresh setiap hari. Jadi lebih banyak yang beli langsung daripada pesan online,” pungka Jessica. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa