Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Gabungkan Konservasi Satwa, Wisata Kuliner, Edukasi Interaktif, Hiburan, Wahana Seru, hingga Ruang Ekspresi Budaya, Solo Safari Jadi Magnet Pariwisata

Nofilawati Anisa • Senin, 28 Juli 2025 | 02:38 WIB

 

SAHABAT: Salah satu spot di Solo Safari yang menjadi favorit pengunjung adalah koleksi burung, karena pengunjung bisa foto bersama puluhan burung koleksi mereka.
SAHABAT: Salah satu spot di Solo Safari yang menjadi favorit pengunjung adalah koleksi burung, karena pengunjung bisa foto bersama puluhan burung koleksi mereka.

RADAR SURABAYA BISNIS – Solo Safari adalah sebuah destinasi wisata edukasi satwa yang terletak di Surakarta, Jawa Tengah.

Dulunya dikenal sebagai Taman Satwa Taru Jurug, Solo Safari resmi dibuka kembali pada 27 Januari 2023 setelah direnovasi dan mengusung konsep baru yang lebih modern dan edukatif.

Solo Safari menawarkan pengalaman melihat berbagai jenis satwa.

Termasuk satwa endemik Indonesia yang terancam punah, serta berbagai aktivitas edukasi dan hiburan.

Solo Safari berada di tepi timur Kota Surakarta, dekat dengan perbatasan Karanganyar, di kawasan Jurug.

Dengan luasan 14 haktare, Solo Safari mengusung konsep "Walking Safari" yang modern dan edukatif dari Taman Safari Indonesia.

Marketing Manager Solo Safari, Reza Salman Farisy mengatakan, koleksi satwa saat ini sudah di angka 442 ekor dari 100 spesies.

“Kami memiliki fasilitas lengkap, mulai petting zoo, savannah zipline, gokart, dino ride, paint and brush, jeep adventure, pertunjukan satwa, shuttle bus gratis, hingga buggy car,” kata Reza di Surabaya, Sabtu (26/7/2025).

Ia menjelaskan, Solo Safari menawarkan pengalaman yang berbeda dengan melihat langsung berbagai satwa dalam lingkungan yang nyaman dan edukatif, serta berbagai aktivitas menarik yang cocok untuk segala usia.

“Solo Safari kini menjadi magnet pariwisata unggulan di Kota Surakarta, sekaligus destinasi pilihan utama wisatawan yang berkunjung ke Solo dan Jawa Tengah,” sambungnya.

Lebih dari sekadar tempat wisata, Reza mengungkap jika Solo Safari menghadirkan konsep destinasi all-in-one yang terintegrasi.

“Menggabungkan konservasi satwa, wisata kuliner, edukasi interaktif, hiburan, wahana seru, hingga ruang ekspresi budaya dan komunitas dalam satu kawasan seluas 14 hektare di jantung Kota Solo,” urainya.

Lebih jauh Reza menjelaskan, Solo Safari menjadi pusat konservasi dari 400 satwa dari 100 spesies, yang hidup di zona-zona exhibit tematik yang dirancang menyerupai habitat alaminya.

Melalui konsep Safari Journey, pengunjung tak hanya melihat satwa, tetapi diajak berpetualang menyusuri alam dan mengenal lebih dekat kehidupan satwa secara edukatif dan menyenangkan.

“Ini menjadi bentuk nyata komitmen Solo Safari dalam menghadirkan wisata berbasis konservasi dan edukasi yang berdampak,” ungkapnya.

Reza menyebut jika konservasi dan edukasi adalah DNA Solo Safari.

Lewat program seperti Animal Presentation Edukatif, pengunjung diajak mengenal satwa secara langsung dari para keeper profesional.

Pertunjukan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menanamkan kesadaran lingkungan dan pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem.

“Aktivitas animal encounter dan animal riding turut memperkaya interaksi langsung dengan satwa secara aman dan menyenangkan,” ujarnya.

Reza mengatakan, saat ini rata-rata di hari biasa, jumlah pengunjung ke Solo Safari sekitar 1.000 hingga 1.200 orang.

Jumlah itu akan meningkat dua kali lipat menjadi 2.400 orang di saat weekend.

“Kalau di high season, jumlah pengunjung bisa 4.000 orang lebih,” ujarnya.

Yang menarik, kata Reza, jumlah pengunjung Solo Safari yang berasal dari Surabaya cukup banyak.

Kontribusi pengunjung Surabaya bisa nomor dua setelah Semarang. “Kalau secara keseluruhan, 70 persen pengunjung kami mayoritas dari luar Solo. Mulai Semarang, Jogjakarta, Kediri, hingga Madiun,” pungkasnya. (nis/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#pariwisata #Solo Safari #hiburan #taman jurug #Edukatif #Koleksi Satwa #destinasi wisata #wahana #konservasi #edukasi #walking safari