RADAR SURABAYA BISNIS – Libur kenaikan kelas sudah berlangsung sepekan lebih.
Orang tua biasa mengajak keluarga mengisi liburan sekolah dengan mengunjungi sejumlah tempat wisata.
Liburan sekolah memberikan dampak positif karena ekosistem perekonomian menjadi bergerak lebih dinamis.
Sektor transportasi dibutuhkan, industri perhotelan dilibatkan, UMKM pun ikut merasajkan dampaknya.
Sejumlah daerah di Jawa Timur yang memiliki destinasi wisata unggulan mengalami peningkatan okupansi hotel selama libur sekolah meski belum terlalu signifikan, yakni 60 persen.
Daerah tersebut seperti Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Banyuwangi.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur, Dwi Cahyono mengatakan kalau rata-rata Jawa Timur okupansinya sudah mencapai 55 persen.
Akan tetapi empat daerah tersebut okupansi hotel sudah mencapai 60 persen.
"Kami optimis tren ini akan terus meningkat hingga akhir liburan pada 12 Juli mendatang," ujarnya, Minggu (29/6).
Dwi menambahkan PHRI Jawa Timur menargetkan tingkat okupansi hotel bisa mencapai 80 persen selama liburan sekolah.
Berbagai promo menarik dan acara spesial yang diselenggarakan oleh hotel-hotel di Jawa Timur menjadi salah satu strategi untuk menarik lebih banyak pengunjung.
"Kalau melihat tren saat ini, itu cukup realistis," katanya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, selama bulan April 2025 terdapat 24.800 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jawa Timur melalui pintu masuk Juanda.
Kemudian wisatawan nusantara (wisnus) tujuan Jawa Timur mencapai 77,73 juta perjalanan. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa