Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Surabaya Gelar Festival Soto Nusantara, Pemkot Gandeng UMKM dan Soto Legendaris. Catat Tanggalnya!

Dimas Mahendra • Rabu, 11 Juni 2025 | 22:46 WIB
KEREN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Federasi Serikat Pekerja (FSP) Parekraf bakal menggelar Festival Soto Nusantara pada 13–15 Juni 2025 di Alun-Alun Surabaya.
KEREN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Federasi Serikat Pekerja (FSP) Parekraf bakal menggelar Festival Soto Nusantara pada 13–15 Juni 2025 di Alun-Alun Surabaya.

RADAR SURABAYA BISNIS – Surabaya dikenal sebagai salah satu surga pecinta soto.

Banyak sekali tempat makan di Kota Surabaya yang menjual soto.

Tak hanya soto khas Suroboyo, tapi juga dari seluruh Nusantara.

Mulai soto banjar, soto betawi, soto kudus, soto sulung, hingga soto lamongan.

Melihat banyaknya penjual soto nusantara di Kota Pahlawan, ada ide menarik untuk menggelar festival soto.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Federasi Serikat Pekerja (FSP) Parekraf bakal menggelar Festival Soto Nusantara pada 13–15 Juni 2025 di Alun-Alun Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan, jajatan kuliner ini bukan sekadar ajang makan-makan.

Di balik sendok dan kuah, ada misi memperkuat ekonomi rakyat, mengenalkan warisan rasa, dan memberi panggung untuk UMKM.

Eri ingin festival ini jadi momen unjuk gigi para penjual soto di Kota Pahlawan.

“Sekarang waktunya mengangkat pamor soto di Kota Surabaya, umumnya Indonesia. Saya ingin semua soto yang ada di Kota Surabaya ikut festival ini supaya orang-orang Surabaya kalau kepingin soto bisa punya banyak pilihan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinkopdag Surabaya, Febrina Kusumawati, menegaskan acara ini tidak berdiri sendiri.

UMKM lokal ikut digandeng untuk menyuplai minuman dan kudapan pendamping.

“UMKM akan menyediakan minuman atau dessert untuk melengkapi hidangan saat menyantap soto,” ucapnya.

Menurut Febri, soto dipilih karena punya pasar yang luas. Bisa dinikmati segala umur.

“Harapannya tentu bisa diadakan setiap tahun supaya semakin meningkatkan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua FSP Parekraf Surabaya, Michael Revy Renaldo, menyebut ini bagian dari upaya membuka ruang baru di dunia kuliner kota.

Setelah 20 tahun Festival Rujak Uleg berjalan sukses, kini giliran soto naik panggung.

“Surabaya sudah terkenal dengan Rujak Ulegnya. Tetapi saat ini Kota Surabaya juga menjadi jujukan bagi wisatawan yang ingin mencoba kuliner soto,” katanya.

Sebanyak 45 tenant soto dari berbagai daerah akan ambil bagian, termasuk nama-nama tenar seperti Soto Cak Har, Soto Pak Djayus, dan Soto Wawan.

“Kami juga mengajak soto-soto legendaris di Kota Surabaya untuk bergabung dan meramaikan,” tambah Revi.

Tak cuma kuliner, festival ini juga suguhkan hiburan. Mulai dari panggung musik, atraksi budaya, cosplay nusantara, hingga momen makan soto bareng Wali Kota Eri Cahyadi.

“Kami menyiapkan berbagai macam hiburan setiap harinya, seperti jaranan dan lain-lainnya,” papar Revi.

Ia berharap acara ini membuka mata bahwa soto bukan hanya Lamongan.

“Setiap daerah punya ciri khas sotonya sendiri. Di festival ini, berbagai jenis soto dari berbagai daerah di Indonesia bisa dicicipi,” pungkasnya. (dim/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#festival soto #soto betawi #Soto Kudus #Alun alun #eri cahyadi #wali kota surabaya #surabaya #Soto Banjar #soto Cak Har #Soto Lamongan #nusantara #kudapan