RADAR SURABAYA BISNIS — Pemerintah Kota Surabaya sukses menggelar acara tahunan Surabaya Vaganza ke-18 dengan meriah.
Mengusung tema The Magical of Folktales, parade bunga yang digelar pada Minggu (25/5/2025) ini berhasil menyedot perhatian ribuan pengunjung dari dalam maupun luar kota.
Tercatat sebanyak 43 tim berpartisipasi dalam pawai bunga dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-732 Kota Surabaya ini.
Masing-masing tim menampilkan berbagai interpretasi visual dari cerita rakyat nusantara yang sarat makna.
Tema tahun ini bertujuan menggugah kembali ingatan masyarakat terhadap kekayaan budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menuturkan bahwa pemilihan tema ini bukan tanpa alasan.
Cerita rakyat menurutnya adalah bagian penting dari sejarah daerah yang perlu dikenang dan diwariskan.
“Surabaya dan seluruh wilayah pasti memiliki cerita rakyat dan dongeng. Maka hari ini, kita harus bisa mengingat kembali cerita-cerita itu—bagaimana berdirinya Surabaya, siapa pahlawan-pahlawannya,” ujar Eri dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Eri menekankan pentingnya mengenalkan kembali nilai-nilai sejarah dan moral yang terkandung dalam cerita rakyat kepada generasi muda.
Hal ini dinilai mampu memberikan inspirasi dalam kehidupan dan memperkuat karakter bangsa.
“Cerita rakyat mengajarkan nilai-nilai moral yang mendidik dan menginspirasi kita semua,” tambahnya.
Sebagai Kota Pahlawan, Eri mengajak warga untuk terus menghargai perjuangan para pendiri Surabaya. Ia menekankan bahwa ciri khas warga Surabaya adalah semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kota.
“Saya yakin, semua yang hadir di sini semakin mencintai Kota Surabaya. Ini adalah bentuk nyata bagaimana warga Surabaya selalu memberi yang terbaik bagi kotanya tanpa harus merasa paling berjasa,” tuturnya.
Melalui gelaran ini, Eri berharap generasi muda semakin termotivasi untuk mencintai budaya dan sejarah lokal.
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga semangat persatuan, kerukunan, dan tali silaturahmi sebagai fondasi membangun kota yang lebih baik.
“Mari kita bangun Surabaya dengan komitmen, menjaga guyub rukun dan kekeluargaan ila yaumul qiyamah,” pungkasnya.
Acara Surabaya Vaganza 2025 ini bukan hanya hiburan semata, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan edukasi budaya, sekaligus upaya pelestarian warisan tak benda yang melekat pada identitas kota. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa