RADAR SURABAYA BISNIS - Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat pada Maret jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui pintu masuk Juanda sebanyak 15.647 kunjungan.
Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 18,53 persen
dibandingkan dengan kondisi pada Februari yang mencapai 19.205 kunjungan.
"Dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2024, jumlah wisman yang datang ke Jawa Timur mengalami penurunan sebesar 15,62 persen atau 2.896 kunjungan, dengan jumlah wisman pada Maret 2024 sebanyak 18.543 kunjungan," ujar Kepala BPS Jatim Zulkipli, Senin (5/5/2025).
Diungkapkannya, untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Maret sebesar 33,10 persen atau turun 14,70 poin dibandingkan TPK Februari sebesar 47,80 persen.
Angka TPK ini berarti pada Maret dari setiap 100 kamar yang disediakan oleh seluruh hotel bintang yang ada di Provinsi Jawa Timur, setiap malamnya antara 33 hingga 34 kamar telah terjual.
"Angka TPK tersebut lebih rendah 10,43 persen dibandingkan angka TPK hotel bintang pada Maret 2024. Sedangkan TPK hotel nonbintang Maret 2025 sebesar 14,78 persen atau turun 6,50 poin dibandingkan TPK Februari 2025 yang sebesar 21,28 persen," jelasnya.
TPK hotel bintang dan nonbintang dari 38 Kabupaten dan Kota di Jawa Timur pada Maret secara umum dapat menjelaskan bahwa terdapat tiga kabupaten/kota dengan
TPK hotel bintang tertinggi, yaitu Kabupaten Gresik, Kota Mojokerto, dan Kota Madiun.
Masing-masing sebesar 65,56 persen; 53,57 persen; serta 43,51 persen.
Sedangkan di posisi sebaliknya Kabupaten Magetan, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Malang, menjadi tiga kabupaten dengan nilai TPK hotel bintang terendah di Jawa Timur pada Maret.
Secara berurutan TPK masing-masing sebesar 7,84 persen; 11,39 persen; dan 14,48 persen.
"Kabupaten dan kota dengan angka TPK tinggi diketahui memiliki lebih banyak destinasi wisata atau pusat bisnis yang menarik bagi para wisatawan atau pelaku bisnis. Kabupaten/kota dengan infrastruktur yang lebih baik dan kemudahan aksesibilitas cenderung memiliki
TPK lebih tinggi. Daerah dengan nilai TPK rendah diperkirakan memiliki kapasitas akomodasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan permintaan, atau kualitas akomodasinya tidak sebaik daerah lain dan cenderung kurang menarik," ungkapnya.
Ditambahkan Zulkipli, perkembangan jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus), baik masuk maupun keluar Jawa Timur pada periode Januari-Maret mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
"Jumlah perjalanan wisnus tujuan Jawa Timur mencapai 52,50 juta perjalanan. sedangkan perjalanan wisatawan nusantara asal Jawa Timur mencapai 49,04 juta perjalanan," pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa