RADAR SURABAYA BISNIS – Tak terasa bulan Ramadan sudah masuk ke waktu 10 hari terakhir.
Meskipun sedang puasa, tentunya menjaga kesehatan dengan menkonsumsi makanan sehat tetap harus dilakukan.
Buka puasa maupun sahur sangat disarankan menggunakan makanan sehat.
Juga konsumsi air putih sebanyak dua liter atau delapan gelas, tidak boleh ditinggalkan.
Nazhif Gifari, ahli gizi dari Universitas Esa Unggul, membeberkan tips mengurangi konsumi garam agar tetap sehat selama menunaikan puasa Ramadan.
Sebab konsumsi garam berlebih menyebabkan dehidrasi dan hipertensi.
Edukasi tips sehat dan bugar berpuasa disampaikan Nazhif saat Ngabuburit Sehat Media Bersama Ajinomoto di guest room kantin PT Ajinomoto Indonesia Pabrik Mojokerto.
Selain pola makan bergizi seimbang saat berbuka dan sahur, ia juga menjelaskan strategi diet rendah garam.
Menurutnya, jika banyak mengonsumsi makanan yang terlalu banyak garam dapat menyebabkan dehidrasi saat berpuasa, karena garam memiliki sifat higroskopik (mudah menyerap kadar air).
Bahkan, jika berlebih dikonsumsi, dapat menyebabkan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi sendiri berisiko memicu penyakit degeneratif lainnya seperti stroke, diabetes, gagal ginjal dan serangan jantung.
Sebagai solusinya, konsumsi garam bisa dikurangi dengan menambahkan sedikit monosodium glutamat (MSG) sebagai sumber rasa umami atau gurih ke dalam masakan. Karena MSG hanya mengandung 12 persen natrium.
Unsur lain dari MSG adalah 78 persen glutamat dan 10 persen air.
Sedangkan unsur natrium pada garam dapur jauh lebih tinggi, yakni 39 persen.
"Satu gram garam mengandung 400 mg natrium. Sedangkan 1 gram MSG mengandung hanya 133 mg natrium, sepertiganya," terangnya di lokasi, Jumat (21/3/2025).
Saat memasak, lanjut Nazhif, kitab isa bisa mengurangi hingga 30 persen garam menggunakan MSG.
Sebagai contoh apabila butuh dua sendok teh garam untuk memasak, maka bisa disiasati dengan satu sendok teh garam dapur ditambah 1/2 sendok teh MSG.
“MSG aman dikonsumsi dan mempunyai sejumlah manfaat bagi Kesehatan,” sambung dokter tim atlet nasional taekwondo itu
Manfaat itu antara lain membantu proses pencernaan di mulut karena rasa umami meningkatkan produksi air liur di mulut, membantu pencernaan dalam usus karena asam glutamat membantu enzim pencernaan bekerja lebih baik dan menjadi sumber energi di usus halus.
Daru Puspito, Board of Director di Grup Ajinomoto Indonesia, mengatakan konsep Bijak Garam merupakan bagian dari inisiatif Ajinomoto Health Provider.
“Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengatur konsumsi garam guna mencegah hipertensi dan penyakit degeneratif lainnya, sehingga tercipta pola hidup sehat di Masyarakat,” ujarnya.
Di momen Ngabuburit Sehat Bersama Ajinomoto, turut hadir Chef Hideki Fujiwara yang menambah keseruan dengan mempraktikkan konsep bijak garam pada cooking class-nya.
Ia mengajarkan tips memasak nugget sayur tanpa garam dapur. (nis/opi)
Editor : Nofilawati Anisa