Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pemkot Surabaya dan BMKG Juanda Ingatkan Warga soal Cuaca Ekstrem, Mulai Banjir hingga Hujan Es

Dimas Mahendra • Sabtu, 4 Januari 2025 | 16:16 WIB
SAP: Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi menyebut 315 pompa air di 77 lokasi telah disiagakan untuk antisipasi cuaca ekstrem.
SAP: Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi menyebut 315 pompa air di 77 lokasi telah disiagakan untuk antisipasi cuaca ekstrem.

RADAR SURABAYA BISNIS - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung pada 2 hingga 10 Januari 2025.

Cuaca ekstrem ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, banjir, petir, puting beliung, hingga hujan es.

Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa saat ini wilayah Jawa Timur, termasuk Surabaya, tengah memasuki puncak musim hujan.

Fenomena gelombang atmosfer seperti Low Frequency dan peningkatan La Nina menjadi faktor utama yang memperparah potensi bencana.

"Dalam 10 hari ke depan, masih akan seperti ini (kondisi cuaca). Curah hujan tinggi, angin kencang, dan beberapa potensi bencana hidrometeorologi lainnya masih dimungkinkan," kata Taufiq dalam konferensi pers di Kantor Eks Humas Pemkot Surabaya, Jumat (3/1/2025).

Taufiq juga mengingatkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan terjadi secara sporadis dengan durasi yang bervariasi.

Ia menegaskan, peringatan dini cuaca ekstrem yang disampaikan kepada masyarakat bertujuan untuk mengurangi risiko kerugian, khususnya yang berdampak pada keselamatan manusia.

“Peringatan dini ini untuk meminimalisir kerugian, terutama terhadap manusia. Hal ini yang ingin kami antisipasi bersama Pemkot Surabaya,” jelasnya.

Menanggapi peringatan BMKG, Pemkot Surabaya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menyebutkan bahwa 315 pompa air di 77 lokasi telah disiagakan.

Pompa-pompa ini memiliki kemampuan menyedot 513 meter kubik air per detik untuk mengantisipasi genangan akibat hujan lebat.

“Kalaupun ada genangan yang tidak bisa dihindari, tidak akan lama. SOP kami adalah menyalakan rumah pompa saat mendung, sehingga ketika hujan turun, air langsung dapat ditampung dan disedot,” terang Syamsul.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah ke saluran air karena hal tersebut dapat merusak pompa.

“Musuhnya pompa itu sampah. Ketika terbelit sampah, pompa tidak akan bisa beroperasi. Masyarakat dihimbau untuk tidak buang sampah di saluran,” tegasnya.

Untuk mengatasi banjir rob di wilayah pesisir, semua pintu air telah disiagakan, kecuali di tiga kawasan yang masih dalam proses persiapan, yakni Kalianak, Kali Sememi, dan Kali Krembangan.

“Insyaallah wilayah lain sudah tertangani dengan pintu air, sehingga banjir rob dapat dicegah,” tambah Syamsul.

Selain DSDABM, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya juga telah mempersiapkan sarana dan personel untuk menghadapi potensi bencana.

Kepala BPBD Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menyatakan bahwa petugas telah disiagakan di 11 titik rawan banjir rob dan terus memperbarui informasi cuaca untuk disampaikan ke tingkat kecamatan dan kelurahan.

“Sudah kami siagakan sarpras dan tenaga manusianya. Karena alam ini hebat, kita juga harus lebih hebat dalam mengantisipasi potensi bencananya,” ujar Hebi.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meminimalisir aktivitas di luar rumah selama periode cuaca ekstrem dan menghindari tempat-tempat berbahaya seperti bawah reklame atau bangunan rapuh.

"Kalau hujan, hindari memancing atau berenang di sungai. Cek atap rumah untuk mencegah kerusakan akibat hujan disertai angin," pesannya.

Jika terjadi keadaan darurat, masyarakat diminta segera menghubungi Command Center 112 untuk mendapatkan penanganan cepat.

Pemkot Surabaya memastikan koordinasi antar dinas terus dilakukan. Langkah-langkah seperti pengerahan 25 unit mobil pemadam kebakaran dan 30 unit mobil Dinas Lingkungan Hidup untuk penyedotan air menjadi bagian dari kesiapan menghadapi cuaca ekstrem. (dim/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#cuaca ekstrem #banjir #surabaya #bmkg juanda #hujan es