Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Baru Diresmikan, Atap Tunnel TIJ-KBS Bocor. Begini Respons DPRD Kota Surabaya

Dimas Mahendra • Senin, 30 Desember 2024 | 00:41 WIB
JALAN: Puluhan wisatawan melewati Tunnel TIJ-KBS untuk selanjutnya menikmati wahana di Kebun Binatang Surabaya.
JALAN: Puluhan wisatawan melewati Tunnel TIJ-KBS untuk selanjutnya menikmati wahana di Kebun Binatang Surabaya.

RADAR SURABAYA BISNIS – Kebocoran terowongan bawah tanah atau tunnel Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ)-Kebun Binatang Surabaya (KBS) saat hujan lebat beberapa waktu lalu, viral di jagad maya.

Hal itu mendatangkan sejumlah respons keprihatinan mulai dari netizen hingga para wakil rakyat yang saat ini menduduki kursi di Yos Sudarso.

Fenomena itu menjadi perhatian publik dan menimbulkan pertanyaan besar tentang kualitas konstruksi proyek tersebut.

Apalagi, proyek ini baru saja tuntas dan dilaunching menjadi salah satu ikon baru di Kota Pahlawan.

Menanggapi kejadian ini, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, menyatakan kekecewaannya.

Ia menegaskan bahwa kontraktor pelaksana harus bertanggung jawab penuh untuk segera memperbaiki kebocoran yang terjadi.

“Sangat disayangkan, proyek sebesar ini baru saja selesai namun sudah mengalami kendala. Karena masih dalam masa pemeliharaan, kontraktor pelaksana harus segera bertindak dan bertanggung jawab penuh atas perbaikan titik-titik yang bocor dalam waktu segera,” ujar Arif Fathoni, Minggu (29/12/2024).

Pria yang akrab disapa Toni itu menekankan pentingnya peran strategis Terowongan Joyoboyo sebagai penghubung TIJ-KBS.

Menurutnya, fasilitas ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat sehingga perbaikan harus dilakukan tanpa menunda waktu.

"Oleh karena itu, perbaikan harus dilakukan secepat mungkin agar fasilitas ini dapat berfungsi optimal dan tidak mengecewakan masyarakat,” lanjutnya.

Fathoni juga meminta agar perbaikan dilakukan dengan melibatkan tim ahli gedung dan bangunan dari Pemkot Surabaya.

Ia menilai masukan dari para ahli akan memastikan bahwa pekerjaan dilakukan dengan standar yang tepat.

“Harapan kita, pekerjaan bisa dilakukan secara optimal dan sesuai standar. Kontraktor harus meminta masukan dan saran dari tim ahli gedung dan bangunan Pemkot, karena mereka memiliki pengetahuan ilmiah yang dapat memastikan kualitas pekerjaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Fathoni mendesak Pemerintah Kota Surabaya untuk mengambil tindakan tegas terhadap kontraktor pelaksana proyek.

Ia menilai bahwa kebocoran ini menunjukkan kurangnya profesionalisme kontraktor dalam menangani proyek strategis di lingkungan Pemkot Surabaya.

“Saya berharap Pemkot juga memberikan sanksi administratif terhadap kontraktor pelaksana, meski sudah melakukan kewajiban perbaikan,” pungkasnya.

Insiden kebocoran ini menjadi pelajaran penting agar pengawasan terhadap proyek-proyek strategis lebih ditingkatkan, guna memastikan kualitas dan keandalannya bagi masyarakat. (dim/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#dprd kota surabaya #Arif Fathoni #tunnel TIJ KBS #atap tunnel tij kbs bocor